Akun Ini Ungkap Sosok dan Motif di Balik Larangan Peredaran Baju Bekas Impor di Indonesia

Suara Bandung

Sabtu, 08 April 2023 | 14:00 WIB
Akun Ini Ungkap Sosok dan Motif di Balik Larangan Peredaran Baju Bekas Impor di Indonesia
Direktur Konten TKN Jokowi-Ma'ruf, Fiki Satari ((Suara.com/Ummi Hadyah Saleh))

SUARA BANDUNG – Sebuah akun twitter membongkar sosok dan motif di balik pelarangan peredaran & penjualan baju bekas (thrifting) di Indonesia. Diungkap oleh akun @_palungmariana (5/4/2023), bahwa sosok dibalik itu adalah Fiki Satari.

Fiki Satari merupakan Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dan pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota Bandung pada tahun 2017. Menurut @_palungmariana kejadian ini bermula saat Fiki & timnya di Kemenkop-UKM kena teguran Teten Masduki yang dimarahi Jokowi perihal turunnya tingkat industri tekstil UKM.

Bagimana bisa, pada tahun 2022 pemerintah telah menggelontorkan bantuan dana senilai Rp 30,7 triliun melalui APBN 2022 untuk semua sektor industri UKM, termasuk industri tekstilnya.

Belum lagi ditambah dengan bantuan pemerintah khusus untuk industri kreatif, termasuk industri kreatif tekstil (clothing) sebanyak Rp 7,67 triliun.

Tapi di akhir tahun 2020, Pendapatan Domestik Bruto di sektor tekstil & produk tekstil anjlok hingga banyak pebisnis memutuskan hubungan kerja (mem-PHK) karyawannya.

Lalu kemana dana tersebut disalurkan?

Masih dari sumber yang sama, kabarnya dana APBN khusus untuk UKM tekstil ternyata lebih banyak dimanfaatkan Fiki Satari untuk membuat program yang menguntungkan usaha pribadi & kolega bisnisnya.

“Maklum, Fiki ialah Ketua Umum ICCN, sebuah komunitas industri kreatif yg salah satu programnya ialah mengurusi industri tekstil lokal berbentuk clothing. Sedangkan Fiki sudah jadi ketua sejak 2017 hingga sekarang,” tulis @_palungmariana.

“Adapum kegiatan ICCN yg memperoleh dana besar dari pemerintah juga tak jelas. Menurut banyak sumber, kegiatan ICCN hanya berbentuk seminar, rakornas, lokakarya, dan sejenisnya yg tak berdampak signifikan pada industri tekstil UKM,” tambahnya.

baca juga

Fiki Satari ternyata merupakan seorang pebisnis juga. Ia memiliki usaha clothing sejak 1998. Hingga saat ini Fiki Satari sudah memiliki 94 distro di seluruh Indonesia.

Jadi menurut pemilik akun @_palungmariana, penyebab terbesar merosotnya industri tekstil UKM yang sebenernya ialah banjirnya produk pakaian jadi asal China yang menguasai pasar Indonesia hingga 80%. Oleh karena itu lah, Fiki meminta Jokowi untuk larang impor pakaian bekas (thrifting) & penjualannya.

Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya jahat Kemenkop-UKM untuk memuluskan 'jalan' impor pakaian jadi China ke Indonesia. Sebab Kemenkop-UKM punya kerjasama bisnis dengan China sejak 2015. (*)

Sumber: Twitter @_palungmariana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gobel dan Teten Sepakat Lindungi UMKM dari Produk Impor

Gobel dan Teten Sepakat Lindungi UMKM dari Produk Impor

DPR | Sabtu, 08 April 2023 | 10:01 WIB

Terkini

Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi

Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi

Malang | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:53 WIB

Donald Trump Klaim AS Punya Cukup Amunisi untuk Habisi Iran tapi...

Donald Trump Klaim AS Punya Cukup Amunisi untuk Habisi Iran tapi...

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:50 WIB

Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui

Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui

Lampung | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:45 WIB

Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB

Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:43 WIB

Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal

Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:42 WIB

Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta

Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:37 WIB

Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik

Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:36 WIB

Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?

Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:34 WIB

KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya

KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:34 WIB

×