SuaraBandungBarat.id- Adik kandung mendiang Brigadir J yakni Bripda Mahareza Rizky Hutabarat mengaku saat was was mendatangi kantor Propam Mabes Polri pad Jumat (8/7/2022) malam. Pasalnya, ia langsung diarahkan oleh petugas piket ke ruang pemeriksaan Propam.
“Saya langsung ke petugas piket dan bilang saya disuruh ajudan pa FS bang Daden untuk ke Propam. O ya langsung aja naek ke lantai tiga katanya ke ruang pemeriksaan,” katanya saat berbincang bersama Rosiana Silalahi dalam program ROSI yang dikutip dari YouTube KompasTV, Jumat (28/10/2022).
Ia menambahkan, awalnya sempat berpikir was-was lantaran sebagai anggota kepolisian saat dipanggil dan bertemu provos berarti ada masalah. Namun saat sampai di lantai tiga Propam Mabes Polri mengaku bingung masuk ruangan pemeriksaan mana.
“Karena ruangan pemeriksaan banyak saya bingung ruangan yang mana. Maka saya turun ke lantai dua dan telpon bang Daden. Bang saya sudah di biro provos. Langsung telepon dimatiin sama dia. Tak lama kirim nomor telpon, sam senior saya juga terus menyuruh ke lantai 3,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, usai sampai di lantai tiga dan bertemu dengan seniornya tersebut, Reza disuruh menunggu beberapa lama. Bahkan ia sempat bulak balik dari lantai satu dan tiga.
“Lama lah menunggunya dari lantai tiga ke lantai satu lagi, ke deket piket penjagaan gedung provostnya lalu nunggu lagi ke kantin,” katanya.
Ia menyebut, usai menunggu lama akhirnya Reza bertemu dengan Karo Provos Mabes Polri yakni Benny Ali dan menjelaskan bahwa sang kakak yakni Brigadir J meninggal dunia dan menceritakan kronologis kejadiannya.
“Terus diceritakan kronologinya kenapa beliau (Brigadir J) meninggal diceritakan pulang dari Magelang nyampe di Jakarta. Ibu sedang istirahat abang (Brigadir J) naik ke atas melakukan pelecehan seksual dalam tanda kutip meraba-raba dan pengancaman terus ibu teriak didengar oleh beberapa ajudan yang di sana namun yang merespon waktu itu adalah Ricard,” katanya menjelaskan penjelasan Benny Ali pada saat itu.
Lebih lanjut ia mengatakan, Benny Ali saat itu mangatakan, Brigadir J sempat berpapasan dengan terdakwa Ricard saat Brigadir J berusaha lari lantaran panik.
Baca Juga: Beralih ke ETLE, Ditlantas Polda DIY Pastikan Sudah Tak Lakukan Tilang Manual
“Karena abang kamu ini panik saat ibu berteriak dan abang kamu panik dan sempat berpapasan dengan Ricard. Dan Ricard ini bertanya sama almarhum (Brigadir J) ada apa bang?. Cuman bang kamu ini ga membalas dengan omongan tapi dengan tembakan. Dan beruntungnya Ricard bisa menghindar dan melakukan pembalasan dan terkena di dada,” kata Reza menjelaskan ucapan Benny Ali padanya. (*)
Sumber:YouTube KompasTV