DEMA UIN Bandung Nyatakan Sikap Mengecam Tindakan Represif Polri

bandungbarat | Suara.com

Rabu, 16 Agustus 2023 | 20:08 WIB
DEMA UIN Bandung Nyatakan Sikap Mengecam Tindakan Represif Polri
DEMA UIN Bandung mengutuk tindakan represif Polri. (Instagram)

Suara Bandung Barat - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengecam tindakan represif kepolisian republik Indonesia (polri) dalam kasus Dago Elos.

Kasus berawal dari pihak kepolisian yang menolak laporan masyarakat dan tim advokasi, kemudian masyarakat melampiaskannya dengan melakukan blokade jalan.

Pihak kepolisian pun memberikan ultimatum agar pemblokadean jalan dihentikan, namun tak mendapat respon positif dari masyarakat.

Akhirnya, sesuai prosedur Polri pun membubarkan massa. Namun, dalam pembubaran inilah terjadi hal-hal yang dinilai DEMA UIN Bandung sebagai tindakan represif.

Dalam keterangannya, DEMA PTKIN terbaik se-Indonesia itu menyoroti pengklaiman sepihak yang amat merugikan masyarakat.

"Senin, 14 Agustus 2023 kembali terjadi sebuah tragedi. Ancaman pengklaiman tanah warga menjadi sebuah cerita pilu yang mewarnai kota Bandung. Berawal dari sebuah perusahaan yang mengklaim mewarisi tiga sertifikat (eigendom verponding) yang kemudian menggugat lahan masyarakat Dago Elon disertai munculnya ancaman akan adanya penggusuran tanah," tulis keterangan DEMA UIN Bandung.

Melihat perilaku lalim dari sebuah perusahaan tersebut, akhirnya masyarakat Dago melaporkan perkara tersebut ke Polrestabes Bandung, namun pihak Polrestabes menolak hal tersebut dengan dalih masyarakat tidak memiliki sertifikat tanah yang sekarang dihuni.

Sebagai respon atas penolakan tersebut akhirnya masyarakat Dago Elos melakukan aksi kekecewaan terhadap ketidakberpihakan Polri. Aksi tersebut dilakukan dengan damai melalui pemblokadean jalan dari Terminal Dago sampai SPBU Dago.

Aksi yang awalnya tertib tersebut berakhir dengan mengerikan, saat unit huru hara dari kepolisian membubarkan secara paksa dan ditambah dengan pelemparan gas airmata dari belakang aksi massa hingga membuat aksi menjadi ricuh.

Terlebih dengan banyak video bertebaran yang memperlihatkan aksi represif yang dilakukan kepolisian membuat suasana semakin kalut dan mencekam. Bahkan, beberapa orang masa aksi pun turut ditangkap oleh Polri mengerikannya beberapa aparat masuk ke kediaman warga tanpa izin.

"Maka, Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Mengecam dan Mengutuk Tindakan Represif yang dilakukan oleh Polrestabes Kota Bandung terhadap masa aksi dan masyarakat Dago Elos, Kota Bandung," tulis keterangan DEMA UIN Bandung. (*)

Sumber: Instagram @demauinsgd

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Horor Kawasan Cikini: Dua Anak Kecil Itu...

Kisah Horor Kawasan Cikini: Dua Anak Kecil Itu...

| Rabu, 16 Agustus 2023 | 19:50 WIB

Kisah Horor Hotel: Pernah jadi Tempat Bersimbah Darah

Kisah Horor Hotel: Pernah jadi Tempat Bersimbah Darah

| Rabu, 16 Agustus 2023 | 19:33 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:43 WIB

Selain Keluarga, Polisi Bakal Periksa Laki-Laki yang Bersama Cucu Mpok Nori Sebelum Tewas Dibunuh

Selain Keluarga, Polisi Bakal Periksa Laki-Laki yang Bersama Cucu Mpok Nori Sebelum Tewas Dibunuh

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:32 WIB

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:31 WIB

Mouse Wireless 1 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Gamer Serius

Mouse Wireless 1 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Gamer Serius

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:30 WIB

5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026

5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026

Tekno | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:25 WIB

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:23 WIB

Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?

Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:20 WIB

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

'Perempuan di Titik Nol': Kisah Luka, Perlawanan, dan Harga Diri Perempuan di Masyarakat

'Perempuan di Titik Nol': Kisah Luka, Perlawanan, dan Harga Diri Perempuan di Masyarakat

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK

Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:08 WIB