Suara.com - Setelah menguat dalam empat hari terakhir, indeks di kawasan regional akhirnya ditutup melemah pada sesi perdagangan Jumat (4/4/2014) sore. Indeks Nikkei-225 turun tipis 0,05 persen atau 8,11 poin ke level 15.063,77 dan indeks Hang Seng di Hongkong anjlok 0,24 persen atau 55 poin ke level 22.510,08.
Tidak adanya sentimen positif, pelaku pasar memilih untuk melakukan aksi jual setelah saham terus menguat dalam empat hari beruntun. Kini, pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian kepada data gaji non pertanian dari Amerika Serikat. Data tersebut akan memberikan panduan kepada pelaku pasar dalam menghadapi penguatan perekonomian Amerika.
“Data pekerjaan yang solid sangat diterima pasar, namun angka yang terlalu kuat justru bisa menimbulkan ketakutan bahwa Bank Sentral Amerika akan mempercepat tapering,” kata Norihiro Fujito, analis dari Mitsubishi UFJ Morgan Stanley.
Rencana Bank Sentral Amerika untuk mengurangi program stimulus yang dimulai sejak Januari lalu – yang menandakan ekonomi yang sudah mulai pulih – telah memberi dampak negatif kepada pasar modal di dunia. Investor menarik dananya dan memilih untuk menanam di pasar modal Amerika dengan harapan Bank Sentral akan segera menaikkan suku bunga.
Indeks Kospi di Seoul juga turun 0,28 persen atau 5,61 poin ke level 1.988,09 dan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia juga turun 33,38 poin atau 0,68 persen ke posisi 4.857,94. Dengan demikian, IHSG gagal menembus level 4.900.
"IHSG BEI pada perdagangan akhir pekan ini ditutup melemah mengikuti lesunya pergerakan bursa regional," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Jumat (4/4/2014) seperti dilansir Antara.
Tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 174.219 kali dengan volume mencapai 3,55 miliar lembar saham senilai Rp4,41 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 114 saham, yang melemah 1.485 saham, dan yang tidak bergerak 97 saham. (AFP/RTI)