Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Simolek, Cara Pertamina Pantau Penyaluran Tabung Gas Bersubsidi

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 02 Mei 2014 | 17:55 WIB
Simolek, Cara Pertamina Pantau Penyaluran Tabung Gas Bersubsidi
Pekerja mengangkut tabung gas ke dalam kapal di Rawa Saban, Tangerang, Banten. (Antara/Rivan Awal Lingga)

Suara.com - PT Pertamina (Persero) segera meluncurkan Sistem Monitoring Elpiji Tiga Kilogram (Simolek) yang menggunakan teknologi "Global Positioning System" (GPS) untuk mengawasi penyaluran tabung gas bersubsidi hingga tingkat agen.

"Akan diluncurkan bulan ini (Mei). Jadi jika ada informasi kekurangan pasokan gas, kami dapat langsung melihat di mana kesalahan di peredarannya," kata Manajer Media PT Pertamina Adiatma Sardjito di Depo Plumpang Pertamina, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Peluncuran program berteknologi GPS ini sebagai upaya untuk menindak-lanjuti konsumsi gas yang tidak tepat sasaran, yakni penggunaan gas bersubsidi oleh kalangan masyarakat yang dikategorikan mampu.

Gas bersubsidi dalam kemasan tabung elpiji tiga kilogram ini merupakan elpiji yang disubsidi pemerintah dan ditujukan masyarakat tidak mampu atau usaha kecil menegah.

"Harus disuarakan juga elpiji tiga kilogram ini untuk masyarakat tidak mampu dan disubsidi pemerintah. Untuk umum adalah 12 kilogram." sebutnya.

Untuk menyempurnakan sistem pengawasan ini, Adiatma mengatakan, konsumen nantinya akan dibekali kartu khusus yang digunakan untuk membeli tabung gas.

"Namun kartu itu domainnya pemerintah (Kementerian ESDM). Kita hanya membantu saja melalui sistem ini. Nanti dapat diketahui melalui kartu itu, konsumen dapat tidak membeli gas bersusidi," ujar Adiatma.

Pada 2014 ini, sesuai RKAP Pertamina, konsumsi gas bersubsidi mencapai 4,8 juta metrik ton, atau naik dari realisasi pada 2013 di 4,4 juta metrik ton.

Sedangkan konsumsi pada kuartal I (Januari-Maret) 2014 telah menyerap 1,2 juta metrik ton atau 25 persen dari konsumsi tahun ini. Untuk gas non subsidi, konsumsi pada 2014, berdasarkan RKAP Pertamina, mencapai 1,3 juta metrik ton, atau naik dibanding realisasi pada 2013 sebesar 1,2 juta metrik ton. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina Beli Dua Kapal Tanker Buatan Dalam Negeri

Pertamina Beli Dua Kapal Tanker Buatan Dalam Negeri

Bisnis | Minggu, 20 April 2014 | 12:21 WIB

Blok Migas Pertamina di Irak dan Aljazair Produksi 61 Ribu Barel per Hari

Blok Migas Pertamina di Irak dan Aljazair Produksi 61 Ribu Barel per Hari

Bisnis | Rabu, 16 April 2014 | 15:25 WIB

Triwulan Pertama 2014, Produksi Minyak Pertamina Naik

Triwulan Pertama 2014, Produksi Minyak Pertamina Naik

Bisnis | Senin, 14 April 2014 | 13:26 WIB

Terkini

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB