Suara.com - Sebuah apartemen kecil di Kember Street di London, Inggris tiba-tiba menjadi terkenal. Apartemen di dekat King’s Cross itu ditawarkan dengan harga sewa 170 poundsterling atau sekitar Rp3,2 juta per minggu.
Dengan label apartemen tipe studio yang modern, foto apartemen tersebut beredar di dunia maya dan menuai protes. Karena, foto itu hanya memperlihatkan sebuah apartemen kecil dengan satu tempat tidur, dapur kecil dan nyaris tidak ada ruang lagi untuk membuka pintu atau berjalan di samping tempat tidur.
Foto apartemen yang beredar di dunia maya itu menuai protes. Dewan Kota di Islington berencana untuk menginvestigasi kasus “apartemen kecil mahal” tersebut.
“Ada aturan standar yang harus dipenuhi untuk sebuah apartemen. Saya belum tahu apakah apartemen itu belum memenuhi standar tetapi apabila apartemen yang disewa itu adalah subdivisi tanpa izin perencanaan maka pasti aka nada sanksi,” kata Paul Convery, dari dewan kota Islington.
Convery juga sudah meminta departemen pemadam kebakaran untuk memastikan apakah apartemen itu sudah memenuhi standar keamanan. Namun, pemilik apartemen bersikeras bahwa dia sudah mendapatkan izin untuk membangun 40 unit aparteen di empat lantai.
“Properti itu sudah mempunyai perencanaan dan sudah dicek beberapa kali oleh departemen lingkungan hidup dan perencanaan. Kami tidak punya unit subdivisi,” kata Andrew Panayi, sang pemilik apartemen.
Panayi mengatakan, foto apartemen yang beredar di dunia maya itu tidak menggambarkan apartemen secara keseluruhan.
“Mereka tidak mengambil gambar kamar mandi atau teras depan. Selain itu, tarif tersebut juga termasuk fasilitas air panas yang tidak terbatas dan juga internet,” kata Andrew. (Guardian/News.com.au)