Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menjadi Wisatawan Mandiri ala Suluh Pratitasari

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 25 Agustus 2014 | 12:00 WIB
Menjadi Wisatawan Mandiri ala Suluh Pratitasari
Suluh Pratitasari, pendiri Matatours. (Facebook)

Suara.com - Suluh Pratitasari atau akrab disapa Tita sama sekali tidak pernah berpikir untuk membuka biro perjalanan. Ketika akhirnya Matatours berdiri pada 14 Februari 2012 lalu, Tita menyebut itu sebagai sebuah “kecelakaan.”

“Jadi Matatours itu bukan sesuatu yang disengaja, kayak semacam kecelakaan lah. Saya kan hobi travelling dan suka menulis. Salah satu buka saya Eurotrip sudah naik cetak tiga kali dan ternyata banyak pembaca yang ingin jalan bareng bersama saya ke Eropa,” kata Tita kepada Suara.com, akhir pekan lalu.

Eurotrip bercerita tentang perjalanan Tita ke sejumlah negara Eropa sebagai backpackers, istilah keren untuk wisatawan yang hanya membawa tas ransel. Eurotrip ternyata membuat banyak pembacanya berminat untuk menjadi backpackers.

Karena semakin banyak yang mendesak, Tita akhirnya mengatur perjalanan backpackers untuk 20 orang. Itulah awal dari perjalanan Matatours. Berbeda dengan biro perjalanan lainnya, Matatours sama sekali tidak membuat jadwal kepada wisatawan yang mendaftar untuk jalan-jalan ke Eropa.

“Jadi, biasanya kami berkumpul setiap pagi dan saya memberikan arahan bagaimana cara menuju lokasi yang mereka inginkan. Misalnya ada yang mau ke menara Eiffel, saya beritahu cara membeli tiket angkutan umum dan juga angkutan yang harus dinaiki. Jadi mereka bebas menentukan agendanya sendiri,” ujar perempuan berusia 42 tahun ini.

Tita mengatur semua kebutuhan para backpackers itu, mulai dari pemesanan hotel hingga pembuatan visa. Karyawan Matatours juga tidak banyak, hanya tiga orang karyawan tetap dan tiga orang karyawan lepas. Karyawan lepas ini biasanya dibayar berdasarkan proyek.

Minat calon wisatawan untuk melakukan backpackers ternyata cukup besar. Sepanjang tahun ini, Tita sudah lima kali berangkat ke Eropa. Bulan depan, dia kembali akan membawa rombongan jalan-jalan lagi ke Benua Biru itu.

“Biasanya saya memberi syarat minimal rombongan itu 8-15 orang. Kalau ada yang di bawah 8 orang tetap bisa tapi kena fee tambahan. Saya selalu mendampingi rombongan itu karena saya yang akan memberitahu secara rinci bagaimana mereka mencapai tujuan wisata yang mereka inginkan,” jelasnya.

Jalan-jalan secara backpackers tentu beda dengan jalan-jalan yang dirancang oleh biro perjalanan pada umumnya. Sebagai backpackers, wistawan harus mengatur semuanya sendiri alias menjadi turis mandiri. Inilah yang terkadang kerap menjadi masalah saat rombongan sudah tiba di negara tujuan.

“Wisatawan Indonesia itu biasanya manja, semuanya ingin dilayani. Koper ingin ada yang bawa. Jadi, masalah yang sering muncul biasanya culture shock. Mereka tidak biasa melakukan semuanya sendiri dan selalu ingin dilayani,” katanya.

Tita mulai serius menggarap bisnis perjalanan backpackers ini karena semakin banyak peminatnya. Tidak jarang, orang yang sudah pernah ikut jalan-jalan ke Eropa bersama Matatours kembali daftar lagi dua tahun kemudian.

Ketika pertama kali memberangkatkan rombongan ke Eropa pada 2012, biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan 10 hari ke lima negara hanya 1.000 dolar Amerika. Responnya juga sangat luar biasa. Karena, yang membedakan Matatours dengan biro perjalanan lain adalah peserta bisa tinggal lebih lama di kota tujuan.

“Biasanya ada yang mengeluh kok cuma satu hari di Paris, nah kalau Matatours biasanya minimal dua hari di kota tujuan wisata sehingga mereka punya banyak waktu untuk mengeksplorasi kota,” jelasnya.

Mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk jalan-jalan ke Eropa membuat Tita merambah tujuan wisata baru yaitu Asia. Tahun ini, Matatours mulai membuka jalan-jalan dengan destinasi Asia kepada para backpackers. Hobinya jalan-jalan dan menulis ternyata membuat Tita bisa menghasilkan uang.

“Saya memang sejak kuliah senang menulis dan juga jalan-jalan. Pekerjaan yang saya lakukan ini memang tidak terlalu menghasilkan materi dalam jumlah besar, malah kadang hanya sekadar balik modal, tetapi saya mendapatkan kepuasan. Inilah kelebihan kalau menggeluti pekerjaan yang sesuai dengan hobi,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 08:49 WIB

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB