Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Tolak Naikkan BBM, SBY Tidak Bisa Disalahkan

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 27 Agustus 2014 | 10:55 WIB
Tolak Naikkan BBM, SBY Tidak Bisa Disalahkan
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar habis di SPBU. [Antara/Rudi Mulya]

Suara.com - Kelangkaan BBM subsidi di sejumlah daerah bukan murni kesalahan pemerintahan SBY-Boediono. Pengamat Energi Indonesian Resources Studies, Marwan Batubara mengatakan, DPR mempunyai peranan besar terhadap semakin menipisnya stok BBM subsidi.

Kata dia, dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014, DPR mengurangi kuota BBM subsidi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter.

Pengurangan kuota BBM subsidi itu memicu terjadinya kelangkaan BBM di sejumlah daerah karena Pertamina mulai mengurangi pasokan di SPBU agar kuota BBM subsidi tidak melampaui batas.

“Jadi memang ada yang salah ketika UU APBN P 2014 dibahas di DPR saat kuota BBM subsidi dikurangi 2 juta kiloliter. Dengan konsumsi yang terus meningkat maka kebutuhan masyarakat terhadap BBM subsidi tiap tahun selalu naik. Karena dikurangi maka yang terjadi seperti sekarang ini, stok BBM subsidi mulai langka di sejumlah daerah,” kata Marwan kepada suara.com melalui sambungan telepon, Rabu (27/8/2014).

Marwan menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak bisa disalahkan karena tidak mau menaikkan harga BBM subsidi. Menurut dia, SBY hanya menjalankan amanat dari UU APBN P 2014 yaitu kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kilo liter.

Cara yang dilakukan pemerintahan SBY untuk menjamin kuota tersebut tidak melebihi batas adalah dengan melakukan pembatasan penjualan BBM subsidi. Menurut dia, pemerintahan yang akan datang bisa langsung menaikkan harga BBM subsidi atau menambah kuota BBM subsidi.

“Ada dua cara, menambah kuota BBM subsidi tanpa menaikkan harga atau menambah kuota sekaligus menaikkan harga. Salah satu opsi ini bisa diambil oleh pemerintahan Jokowi-JK,” tegasnya.

Kata dia, setiap penambahan 1 juta kilo liter BBM subsisi memerlukan dana Rp20-Rp25 triliun. Apabila stok BBM subsisi ditambah 2 juta kiloliter maka diperlukan dana tambahan Rp40-Rp50 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan, pemerintah tidak ada rencana untuk menaikkan harga BBM. Kenaikan harga BBM akan diputuskan oleh pemerintahan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stok BBM Habis, Sejumlah SPBU Tutup

Stok BBM Habis, Sejumlah SPBU Tutup

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2014 | 08:46 WIB

Pemerintah Jamin Tak Ada Lagi Antrean di SPBU

Pemerintah Jamin Tak Ada Lagi Antrean di SPBU

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2014 | 06:43 WIB

JK Tak Rela Rakyat Antre Beli BBM

JK Tak Rela Rakyat Antre Beli BBM

News | Selasa, 26 Agustus 2014 | 20:36 WIB

Terkini

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB