Suara.com - Dua musibah yang melanda Malaysia Airlines membuat jumlah penumpang maskapai penerbangan milik pemerintah Malaysia itu anjlok drastis. Malaysia Airlines dikabarkan merugi 2 juta dolar Amerika per hari karena merosotnya jumlah penumpang.
Kepututusan Khazanah Nasional Bhd, pemegang saham mayoritas di perusahaan itu untuk menarik Malaysia Airlines dari bursa saham Malaysia mulai menunjukkan hasil yang positif. Secara perlahan, penumpang pesawat itu mulai meningkat.
Berdasarkan laporan terakhir, jumlah penumpang Malaysia Airlines dari Australia dan Selandia Baru sudah mencapai 70 persen lebih. Jumlah ini hampir sama sebelum terjadi musibah yang menimpan MH370 dan MH17. MH370 hilang tidak lama setelah lepas landas dari bandara internasional Kuala Lumpur, 8 Maret lalu.
Selang empat bulan kemudian, MH17 ditembak jatuh oleh kelompok pemberontak ketika tengah terbang di atas wilayah udara Ukraina. Meningkatnya jumlah penumpang menjadi gambaran bangkitnya Malaysia Airlines dari keterpurukan.
Wakil Presiden Malaysia Airlines Lee Poh Kait mengatakan, lonjakan jumlah penumpang Malaysia Airlines terjadi berkat bantuan dan dukungan dari biro perjalanan.
“Australia dan Selandia Baru merupakan pasar utama dari Malaysia Airlines. Kami berupaya untuk mengembalikan lagi kepercayaan para penumpang terhadap Malaysia Airlines sebagai salah satu angkutan terbaik di dunia,” ujarnya.
Lee menambahkan, Malaysia Airlines masih tetap melayani 50 ribu tamu dan 360 penerbangan tiap hari dengan 60 tujuan, termasuk 81 penerbangan setiap minggu dari Australia dan Selandia Baru langsung ke Kuala Lumpur. Bulan lalu, Malaysia Airlines meningkatkan komisi untuk biro perjalanan di Australia dalam penjualan tiket Malaysia Airlines. (News)