Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup di Posisi 5.032,84

Esti Utami

Selasa, 07 Oktober 2014 | 17:51 WIB
IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup di Posisi 5.032,84
Seorang karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Antara/Puspa Perwitasari)

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (7/10/2014) melanjutkan penguatan yang berlangsung sehari sebelumnya. IHSG, ditutup naik sebesar 32,70 poin (0,65 persen) ke posisi 5.032,84. Kenaikan ini didorong oleh sikap investor yang kembali mengambil posisi beli.
Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 6,89 poin (0,82 persen) ke posisi 852,40.

"Laju IHSG kembali melanjutkan penguatan menyusul pelaku pasar saham di dalam negeri yang kembali memanfaatkan rendahnya beberapa harga saham untuk diakumulasi," kata Analis Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada.

Di sisi lain, ia menambahkan bursa saham di kawasan Asia yang bergerak bervariasi namun cukup stabil membuat psikologi pelaku pasar saham di dalam negeri tidak terganggu.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan indeks BEI masih terbatas di tengah kondisi politik di dalam negeri yang belum kondusif. Saat ini, tengah berlangsung pemilihan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa ekspektasi pelaku pasar terhadap kinerja emiten di dalam negeri cukup positif sehingga menambah sentimen positif bagi indeks BEI.

Secara teknikal, lanjut dia, bertahannya indeks BEI di atas level 5.000, membuka potensi "rally" kenaikan beberapa hari ke depan.

"Kami melihat pelaku pasar mencoba melakukan aksi beli sehingga IHSG masih berada di atas level psikologis di 5.000 poin untuk menuju ke level batas atas di kisaran 5.125-5.250 poin," katanya.

Transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 235.677 kali dengan volume mencapai 3,89 miliar lembar saham senilai Rp4 triliun. Tercatat, 215 efek yang mengalami penguatan,  turun sebanyak 119 saham, dan 91 saham tidak bergerak atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 107,48 poin (0,46 persen) ke 23.422,52, indeks Nikkei turun 107,12 poin (0,67 persen) ke 15.783,83 dan Straits Times melemah 6,24 poin (0,19 persen) ke posisi 3.247,00.

Sementara nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, menguat 11 poin menjadi Rp12.200 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.211 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa indeks dolar AS mengalami koreksi menyusul aksi ambil untung pelaku pasar uang di dalam negeri, mata uang rupiah kini kembali menguat setelah mengalami tekanan pada perdagangan hari Senin, (6/10/2014).

"Tekanan mata uang dolar AS juga terjadi terhadap nilai tukar mata uang utama dunia," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terpengaruh Bursa Regional, IHSG Menguat dan Tembus Level 5000

Terpengaruh Bursa Regional, IHSG Menguat dan Tembus Level 5000

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2014 | 17:30 WIB

Terkini

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB