- IHSG diprediksi mengalami tekanan atau potensi penguatan terbatas pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 di Jakarta.
- Pelemahan dipicu oleh kenaikan tarif royalti pertambangan, ketegangan geopolitik AS-Iran, serta ancaman penyebaran virus Hantavirus.
- Para analis merekomendasikan pemantauan saham seperti KLBF, MAPI, MAPA, AADI, dan BULL pada perdagangan awal pekan tersebut.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan masih tertekan pada peragangan awal pekan, Senin, 11 Mei 2026.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG besok berpotensi melemah dalam rentang level support 6.892 dan resistance 7.095.
Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelemahan tren yang diperkuat dengan pergerakan RSI yang terus menurun.
"Selain itu, tercatat tekanan jual asing masih berlanjut di reguler market sebesar Rp2,44 triliun di perdagangan pekan lalu," katanya saat dihubungi Suara.com, Minggu (10/5/2026).
![Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/40172-ihsg.jpg)
Menurut Audi, pasar saat ini sedang mencerna dampak usulan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 mengenai kenaikan tarif royalti pertambangan. Kebijakan ini muncul seiring adanya potensi windfall profit akibat lonjakan harga komoditas global.
Dalam usulan tersebut, tarif dasar royalti emas akan dinaikkan dari 7 persen menjadi 14 persen, atau melonjak 100 persen pada bracket bawah. Sedangkan, untuk tembaga dengan asumsi harga rata-rata tahun 2026 sebesar 12.655 dolar AS, tarif efektifnya diusulkan naik dari 10 persen menjadi 12 persen.
"Kondisi ini dinilai akan menekan margin emiten terkait dan direspons negatif oleh pasar," bebernya.
Selain isu royalti, sentimen geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih dalam tahap negosiasi komprehensif turut menjadi perhatian. Jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam 30 hari ke depan, dikhawatirkan akan terjadi eskalasi militer.
Di dalam negeri, kekhawatiran mengenai penyebaran varian Hantavirus juga memicu investor untuk melakukan reposisi portofolio ke sektor kesehatan.
Sementara itu, Audi merekomendasikan saham KLBF (spec buy) dengan target resistance 1.000 dan MAPI (trading buy) dengan resistance 1.590.
Berbeda dengan pandangan Kiwoom, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat adanya peluang penguatan terbatas bagi IHSG pada Senin mendatang.
Ia memperkirakan akan terjadi technical rebound setelah indeks mengalami tekanan pada akhir pekan sebelumnya.
"Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support pada 6.946 dan resistance di 7.049," ujar Herditya.
Sementara itu, Herditya Wicaksana menyarankan investor untuk memantau saham MAPA(target 695-725), AADI (target 10.225-10.825), dan BULL (target 520-555) sebagai pilihan untuk perdagangan Senin 11 Mei 2026.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.