Array

Dana KIS, KIP dan KKS Nanti Bisa Seperti Tabanas

Senin, 03 November 2014 | 17:57 WIB
Dana KIS, KIP dan KKS Nanti Bisa Seperti Tabanas
Presiden Jokowi meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKS) di kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (3/11). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan progam kesejahteraan rakyat melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Peluncuran dilakukan melalui PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai pihak pelaksana.

Terkait program tersebut, Budi Gunadi Sadikin selaku Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri menilai program ini memiliki tujuan di antaranya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan memasyarakatkan layanan keuangan.

"Kalau kita berharapnya jangka panjang, dengan memastikan golongan bawah bisa memiliki akses keuangan. Sehingga ke depannya otomatis kita akan bisa mendapatkan benefit dari mereka dalam jangka panjang," ungkap Budi, di Kantor Pos Besar, Pasar Baru, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Budi mengungkapkan, saat ini sistem perbankan sedang mengalami kekeringan likuiditas. Salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat yang punya rekening di bank masih minim, dengan kisaran 60-70 juta jiwa. Dirinya pun berharap ketiga kartu tersebut bisa menjadi semacam Tabanas baru dalam hal meningkatkan jumlah nasabah.

"Sekarang saya harapkan, dengan adanya inisiatif pemerintah melakukan program ini, itu terulang lagi zamannya Tabanas. Di mana secara masif rakyat Indonesia masuk ke sistem perbankan, sehingga uangnya bisa dipakai untuk membangun Indonesia," ungkapnya.

Menurut Budi, potensi dana dalam program ini sekarang sekitar Rp300 triliun sampai Rp500 triliun, yang notabene masih relatif kecil dibandingkan seluruh Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang mencapai Rp3.700 triliun hingga Rp3.800 triliun. Namun Budi menjelaskan, potensi ketiga kartu ini tentunya semakin bertambah dalam jangka waktu 5-10 tahun. Dana itu nantinya akan masuk ke sistem perbankan, mendapat bunga, serta bisa dipakai untuk penyaluran kredit.

"Sekarang kita dikasih target 1 juta kartu pertama. Nanti berikutnya, beliau (Presiden Jokowi) ingin 15,5 juta kartu secepat mungkin. Ke depannya sama seperti program Tabanas. Butuh 5-10 tahun supaya bisa uang itu masuk ke sistem perbankan, bisa dapat bunga, bisa dipakai untuk kredit. Saya rasa dampak jangka panjangnya akan ke situ," pungkasnya. [Tengku Sufiyanto]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI