TKI DIY Kirim Rp284 Miliar ke Kampungnya

Ardi Mandiri

Senin, 01 Desember 2014 | 01:34 WIB
TKI DIY Kirim Rp284 Miliar ke Kampungnya
Ilustrasi: Tenaga Kerja Indonesia. (foto: setkab.go.id)

Suara.com - Jumlah uang Tenaga Kerja Indonesia yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai Rp284 miliar per tahunnya, kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Suparjo.

Suparjo di Gunung Kidul, Minggu (30/11/2014), mengatakan TKI yang berasal dari DIY berjumlah 6.873 orang yang tersebar di 73 negara dunia.

"Sebagian besar berada di negara Asia seperti Malaysia, Singapura, dan Korea," kata Suparjo.

Ia mengatakan pengiriman tersebut tidak sama setiap tahunnya. Besarnya uang tergantung jumlah TKI yang masih tinggal di luar negeri. Apabila dibandingkan dengan jumlah pengiriman secara nasional mencapai Rp88 triliun, DIY masih jauh di bawah.

"Tahun ini kelihatannya banyak pengiriman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Suparjo mengatakan uang TKI tersebut, paling banyak pengiriman berasal dari wilayah Bantul kemudian disusul Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta dan Gunung Kidul. Hal ini, sesuai dengan jumlah TKI yang paling banyak berasal dari wilayah tersebut.

"Hitungan tersebut berasal data Bank Indonesia yang diperoleh dari data transaksi yang masuk di seluruh bank di DIY," katanya.

Untuk mengurangi penipuan pihaknya menyarankan agar setiap TKI yang akan berangkat ke luar negeri menggunakan jalur resmi.

"Apabila masyarakat akan berangkat ke luar negeri lebih baik menggunakan jalur resmi. Kalau tidak tahu tanga ke BNP2TKI atau Dinas Tenaga kerja di Gunung Kidul," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Gunung Kidul Dwi Warna Widinugraha menambahkan pihaknya sudah terus mensosialisasikan agar masyarakat berangkat melalui agen resmi atau dinas.

"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan jalur resmi," katanya.

Menurutnya ada berbagai keuntungan jika menggunakan jalur resmi diantaranya pekerjaan, keamanan dan kepastian pekerjaan lebih terjamin. Selain itu, pihaknya terus melakukan pemantaun ke negara tujuan TKI yang berasal dari Gunung Kidul.

"Belum lama ini kami mengunjungi ke Malaysia untuk memastikan kondisi TKI yang berada disana," kata Dwi.

Ia mengatakan setiap tahun rata-rata dari Gunung Kidul, jumlah TKI yang berangkat sekitar 200-an orang. "Kami akan melakukan penjajakan tujuan TKI yang baru yakni ke Brunai Darusalam. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Janji Pecat Petugas Bandara Pungli TKI

Jokowi Janji Pecat Petugas Bandara Pungli TKI

News | Minggu, 30 November 2014 | 22:18 WIB

Buruh Migran Hongkong Minta DilayaniHari Libur

Buruh Migran Hongkong Minta DilayaniHari Libur

News | Sabtu, 29 November 2014 | 01:54 WIB

WNI Korban Perdagangan Orang Dipulangkan Hari Ini

WNI Korban Perdagangan Orang Dipulangkan Hari Ini

News | Sabtu, 29 November 2014 | 00:04 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×