Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Kota Ini Akan Terbebas dari Rumah Tidak Layak Huni

Doddy Rosadi | Suara.com

Selasa, 20 Januari 2015 | 08:39 WIB
Kota Ini Akan Terbebas dari Rumah Tidak Layak Huni
Ilustrasi: Rumah tak layak huni. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, menargetkan wilayah itu bebas dari rumah tidak layak huni pada 2017, sehingga pemkot menganggarkan dana cukup besar untuk membedah rumah warga yang tidak layak huni tersebut.

Kabag Kesra Kota Batu Teguh Wijayanto mengemukakan jumlah keseluruhan rumah warga yang tidak layak huni di daerah itu mencapai 1.333 unit. Pada tahun 2014 kuota rumah warga tidak layak huni yang dibedah sebanyak 287 unit dengan anggaran sebesar Rp10 miliar, namun yang terealisasi hanya 217 unit atau kurang sebanyak 70 unit.

"Tahun ini kuota rumah yang dibedah sebanyak 600 unit dengan anggaran yang disediakan sebesar Rp9 miliar dan sisanya sekitar 500 unit akan diselesaikan tahun depan, sehingga pada tahun 2017, Kota Batu sudah terbebas dari rumah tidak layak huni," tegasnya.

Teguh mengatakan meski tahun lalu masih menyisakan 70 unit rumah dari target 287 unit yang belum terealisasi, pemkot tetap melanjutkan program tersebut guna memenuhi target bebas rumah tak layak huni pada tahun 2017.

Hanya saja, katanya, dalam program bedah rumah tak layak huni tersebut, pada tahun lalu setiap warga penerima mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp34,7 juta, namun tahun ini nominalnya turun menjadi sebesar Rp15 juta. Jika kurang, sisanya akan dibantu swadaya masyarakat melalui gotong-royong warga sekitar.

"Kami ingin menumbuhkan jiwa gotong royong di lingkungan masyarakat, sebab program bedah rumah tahun lalu warga sekitar tidak banyak terlibat karena kami bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni Kostrad yang bermarkas di Singosari," katanya.

Untuk melaksankan program bedah rumah warga yang tidak layak huni pada 2014, Pemkot Batu menggandeng Divisi Infantri 2 Kostrad Singosari. Dari kuota 287 unit, bisa diselesaikan sebanyak 217 unit atau ada kekurangan sebnayak 70 unit, sehingga kelebihan anggaran sebesar Rp2,422 miliar dikembalikan ke kas daerah dan akan digunakan kembali untuk melanjutkan program tersebut pada tahun 2015.

Tidak tuntasnya pembangunan ke-287 unit rumah yang tidak layak huni itu disebabkan adanya agenda pelatihan personel Kostrad serta cuaca yang tidak mendukung. "Mudah-mudahan kuota tahun ini sebanyak 600 unit yang bakal kami bedah bisa tuntas seluruhnya, apalagi kami juga melibatkan warga sekitar rumah yang dibedah," ucapnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Rumah di Sentul Masih Murah dan Layak untuk Investasi

Harga Rumah di Sentul Masih Murah dan Layak untuk Investasi

Bisnis | Senin, 19 Januari 2015 | 08:30 WIB

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2015 | 02:43 WIB

Kaum Menengah Setingkat Manajer pun Sulit Beli Rumah di Jakarta

Kaum Menengah Setingkat Manajer pun Sulit Beli Rumah di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2015 | 13:47 WIB

PNPM Mandiri Perkotaan Perbaiki Rumah yang Tak Layak Tinggal

PNPM Mandiri Perkotaan Perbaiki Rumah yang Tak Layak Tinggal

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 13:59 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Akan Bangun Rumah untuk Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan Akan Bangun Rumah untuk Pekerja

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2015 | 12:56 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB