Pemerintah Bangun 10 Ribu Rumah Susun untuk Buruh

Doddy Rosadi

Kamis, 29 Januari 2015 | 17:33 WIB
Pemerintah Bangun 10 Ribu Rumah Susun untuk Buruh
Ilustrasi: Rusunawa. [Antara/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Pemerintah menargetkan pembangunan 10.000 unit rusunawa (rumah susun sederhana sewa) dan rusunami (rumah susun sederhana milik) yang diperuntukkan bagi kalangan pekerja/buruh pada tahun 2015.

"Proses pembangunan rusunawa pekerja di dua provinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah dimulai. Saat ini sudah masuk dalam tahap lelang/tender. Kita harapkan semuanya berjalan lancar," kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di Jakarta, Kamis, (29/1/2015).

Pembangunan perumahan susun bagi pekerja itu akan dilakukan di sekitar kawasan-kawasan industri di seluruh Indonesia dengan tahap pertama pembangunan rusunawa pekerja dilaksanakan di Kota Semarang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang di Provinsi Jawa Tengah serta Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur.

Hanif mengatakan sudah ada sembilan provinsi yang menyepakati pembangunan rusunawa/rusunami itu serta mengusulkan penyediaan lahan bagi pembangunannya yaitu DKI Jakarta, Banten, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Bali.

Untuk pembangunan rusun tersebut, Kemnaker berkoordinasi dengan pemda dan dunia usaha dan juga dengan Tim Percepatan Penyediaan Perumahan bagi pekerja/buruh (P3UP) yang terdiri dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Kita juga berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan inventarisasi kawasan industri yang sudah beroperasi termasuk yang memiliki lahan kosong yang memungkinkan digunakan untuk pembangunan perumahan bagi pekerja/buruh," kata Hanif.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi diperoleh laporan saat ini ada 13 kawasan industri yang mempunyai lahan kosong dengan luas lahan kosong sebanyak 3.634.60 hektar.

Diharapkan, pembangunan rusunawa/rusunami bagi pekerja/buruh itu dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja yaitu dengan meminimalisasi pengeluaran.

"Peningkatan kesejahteraan itu ada dua pilihan solusi, yang pertama menaikkan upah pekerja secara bertahap atau dengan menurunkan biaya-biaya pengeluaran pekerja seperti biaya transportasi, pendidikan, kesehatan dan perumahan," ujar Menaker.

Pembangunan rusun diprioritaskan di sekitar kawasan industri karena selain menekan biaya perumahan juga diharapkan menekan biaya transportasi pekerja/buruh. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Ada Air Bersih, Rusunawa Ini Terbengkalai

Tak Ada Air Bersih, Rusunawa Ini Terbengkalai

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2014 | 16:42 WIB

Kemenpera Bangun Rusunawa untuk Paspampres

Kemenpera Bangun Rusunawa untuk Paspampres

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2014 | 13:26 WIB

Rusunami, Solusi untuk Merelokasi Warga di Kampung Melayu

Rusunami, Solusi untuk Merelokasi Warga di Kampung Melayu

Bisnis | Jum'at, 12 September 2014 | 16:08 WIB

Rusunawa Solusi Atasi Kebutuhan Hunian Perkotaan

Rusunawa Solusi Atasi Kebutuhan Hunian Perkotaan

Bisnis | Sabtu, 19 Juli 2014 | 03:52 WIB

 Menpera: Pemerintah Tambah Jumlah Rusunawa

Menpera: Pemerintah Tambah Jumlah Rusunawa

Bisnis | Senin, 14 Juli 2014 | 03:12 WIB

Terkini

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

×