Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Pemerintah Kembali Turunkan Harga Solar

Doddy Rosadi | Suara.com

Selasa, 03 Februari 2015 | 21:09 WIB
Pemerintah Kembali Turunkan Harga Solar
Ilustrasi: Nelayan mengisi solar. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemerintah memutuskan akan menurunkan harga solar bersubsidi dari saat ini sebesar Rp6.400 per liter dalam waktu dekat.

Menteri ESDM Sudirman Said saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR mengatakan penurunan harga solar bisa dilakukan karena adanya pengurangan biaya stok sebesar Rp300 per liter.

"Jadi, harga solar bisa turun," katanya.

Penurunan harga solar itu juga merupakan rekomendasi Komisi VII DPR.

Pada rapat tersebut, Fraksi Gerindra menginginkan pemerintah memutuskan waktu dan besaran penurunan harga solar saat raker tersebut.

Sementara, fraksi lainnya menyerahkan kepada pemerintah memutuskan waktu dan besaran penurunannya.

Akhirnya Komisi VII DPR menyepakati untuk memberikan waktu kepada pemerintah karena memerlukan persiapan logistik dan perubahan regulasi sebelum menetapkan penurunan harga itu.

"Kami juga harus berkonsultasi dengan Menkeu, Menko Perekonomian, dan Presiden," ujarnya.

Dalam raker tersebut, Komisi VII DPR menyepakati kebijakan penyesuaian harga premium sesuai harga pasar dengan formula yang ditetapkan pemerintah.

Komisi VII DPR juga menyepakati alpha atau biaya distribusi dan marjin untuk solar dalam RAPBN Perubahan 2015 sebesar Rp1.000 per liter.

Angka alpha itu naik dibandingkan 2014 yang Rp745 per liter.

Pada 2014, dengan alpha Rp745 per liter, Pertamina mengalami kerugian pendistribusian BBM subsidi senilai Rp3,9 triliun.

Dengan kenaikan alpha menjadi Rp1.000 per liter, Pertamina diharapkan tidak lagi mengalami kerugian.

Angka alpha tersebut sesuai dengan formula harga sesuai Perpres No 191 Tahun 2015.

Komisi VII DPR juga menyepakati kuota solar subsidi sebesar 17,05 juta kiloliter dalam RAPBN Perubahan 2015 dengan besaran subsidi Rp1.000 per liter atau total subsidi Rp17,05 triliun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga BBM di Indonesia Bukan yang Termahal di Dunia

Harga BBM di Indonesia Bukan yang Termahal di Dunia

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2015 | 18:29 WIB

Ini Dampak Harga BBM yang Terus Berubah Setiap Bulan

Ini Dampak Harga BBM yang Terus Berubah Setiap Bulan

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2015 | 14:44 WIB

Ganjar Minta Organda Sesuaikan Tarif Angkutan Umum

Ganjar Minta Organda Sesuaikan Tarif Angkutan Umum

News | Senin, 19 Januari 2015 | 16:39 WIB

Jokowi: Harga Premium Bisa Turun ke Rp6.500

Jokowi: Harga Premium Bisa Turun ke Rp6.500

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2015 | 14:05 WIB

Upaya Sumut Tekan Inflasi 2014 Tertahan Kenaikan BBM

Upaya Sumut Tekan Inflasi 2014 Tertahan Kenaikan BBM

Bisnis | Senin, 05 Januari 2015 | 03:05 WIB

Terkini

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:54 WIB

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:40 WIB

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:35 WIB

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:11 WIB

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:39 WIB

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:37 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:24 WIB

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:19 WIB

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB