Jelang Musim Hajatan, Pesanan Cenderamata Meningkat 10 Kali Lipat

Ruben Setiawan

Rabu, 08 April 2015 | 09:58 WIB
Jelang Musim Hajatan, Pesanan Cenderamata Meningkat 10 Kali Lipat
Ilustrasi cenderamata. (Shutterstock)

Suara.com - Pesanan dari berbagai daerah di Indonesia terhadap cendera mata berbahan baku lilin asal Kelurahan Joyosuran, Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, mengalami peningkatan pada musim hajatan.

Seorang perajin cendera mata itu yang juga warga Jalan Cikarang RT03/RWVIII Kelurahan Joyosuran, Eki Pujilestari (38), di Solo, Rabu, mengatakan permintaan produk ekonomi kreatif berbahan baku lilin itu yang berupa es krim menyerupai aslinya selama dua bulan terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pesanan produk tersebut menjelang Puasa atau musim ramai hajatan pernikahan seperti saat ini, katanya, bisa mencapai 5.000 buah per bulan atau meningkat 10 kali lipat ketimbang hari biasa. Pesanan pada hari biasa, sekitar 500 buah per bulan.

Eki Pujilestari mengatakan pesanan datang dari berbagai daerah, seperti Wamena (Papua), Balikpapan (Kalimantan Timur), Jakarta, Surabaya, Nganjuk, Lamongan (Jawa Timur), dan Bali.

"Kami membuat produk cendera mata ini sesuai permintaan pesanan dan belum sampai ke pasar luar negeri," katanya.

Dia mengatakan harga produk cendera mata tersebut bervariasi, tergantung ukuran dan kerumitan pembuatan, yakni antara Rp5.000 hingga Rp100 ribu per buah.

"Kami dengan menggunakan lima tenaga kerja mampu memproduksi mencapai 100 buah per hari untuk ukuran kecil, sedangkan besar paling hanya 50 biji per hari," kata Eki yang mengaku menggeluti bisnisnya sejak 2010 itu.

Menyinggung soal persediaan bahan baku, lilin di Solo, Eki Pujilestari menjelaskan diperoleh dengan mudah di kota itu, meskipun barang tersebut diimpor dari Tiongkok.

"Bahan baku lilin sekarang naik sekitar Rp5.000 per kg, karena mengikuti perkembangan nila mata uang dolar AS. Saya setiap membeli lilin sebanyak 50 kg atau satu karung dengan harga Rp1,5 juta," katanya.

Meskipun cendera mata buatannya banyak orderan menjelang Puasa, katanya, tempat usahanya yang bernama "Griya Lilin Solo" mampu memenuhi permintaan pasar.

"Produksi kebanyakan untuk cedera mata pernikahan. Namun, ada pesanan juga untuk pembuatan produk makanan dari lilin biasanya datang dari hotel-hotel dan restoran seperti kue tar, hamburger, empek-empek," katanya.

Menurut dia, kerajinan untuk makanan tersebut harganya juga bervariasi, mulai dari Rp350 ribu hingga Rp1 juta per buah.

"Saya jika pada waktu menjelang Puasa dan Desember hingga tahun baru memang sering kebanjiran order rata-rata hingga 5.000 buah cendera mata per bulan," katanya.

Eki Pujilestari mengaku memiliki ide kreatif tersebut dengan penghasilan hingga puluhan juta rupiah per bulan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sosialisasi Kemenkumham Maluku: Lindungi Merek Dagang dan Kembangkan Bisnis UMKM, Ini Cara Mendaftar

Sosialisasi Kemenkumham Maluku: Lindungi Merek Dagang dan Kembangkan Bisnis UMKM, Ini Cara Mendaftar

Bisnis | Sabtu, 27 April 2024 | 10:35 WIB

Cenderamata Astra, Karya Kolaborasi  Buatan Dalam Negeri yang Bikin Bangga

Cenderamata Astra, Karya Kolaborasi Buatan Dalam Negeri yang Bikin Bangga

Press Release | Jum'at, 08 Maret 2024 | 23:57 WIB

5 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Sulawesi yang Bisa Jadi Cenderamata, Bikin Liburan Jadi Berkesan

5 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Sulawesi yang Bisa Jadi Cenderamata, Bikin Liburan Jadi Berkesan

Your Say | Jum'at, 03 Februari 2023 | 11:03 WIB

Terkini

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×