Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Menteri Rini: Pertalite Tidak Boleh Gantikan Premium

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 20 April 2015 | 15:01 WIB
Menteri Rini: Pertalite Tidak Boleh Gantikan Premium
Penjualan bahan bakan minyak (BBM) di salah satu SPBU Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (18/3). (Antara)

Suara.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan bakal merilis produk bahan bakar minyak baru bernama Pertalite. Sedianya, bensin yang diproyeksikan akan mengganti keberadaan Premium itu akan diujicoba pada semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang berada di jalan tol per Mei 2015.

Namun, Menteri Badan Usaha Milik Negara meminta kepada PT Pertamina untuk lebih fokus dalam pengelolaan bahan bakar Premiun Ron 88, karena harganya yang murah dan terjangkau harus diprioritaskan.

"Nanti akan saya bicarakan dulu dengan pak Sudirman Said bagaimana skema Pertalite ini. Karena soal harga Petralite ini juga masih belum jelas kisarannya berapa. Jadi Pertamina harus fokus dulu pada Premium. Kecuali memang Pertalite harganya lebih murah baru boleh digarap, " kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Hotel Shangri La, Senin (20/4/2015).

Pemerintah, lanjut Rini, mengutamakan bensin premium sebagai produk bensin paling terjangkau di Indonesia. Memang harga Premium adalah Rp7.300 per liter atau Rp7.400 per liter di Jabodetabek.

"Sebenarnya ini kan menyangkut apa yang terbaik untuk masyarakat. Saya setuju kalau Pertamina mau memberikan pilihan jenis BBM lain, tapi harganya harus terjangkau. Jangan lebih mahal dari Premium, orang pasti akan lebih pilih premium lagi. Jadi saya minta Pertamina fokus dulu dalam pengelolaan premium agar lebih efisien sehingga memberikan harga yang terbaik pada masyarakat," katanya.

Bensin premium saat ini sebagian diimpor dan sebagian lagi diproduksi di kilang dalam negeri.

"Pertalite bisa kita produksi, tapi sebagai pilihan saja. Bukan pengganti dari premium. Untuk produksi Pertalite kilang di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. Kalau premium dihapus nanti masyarakat bagaimana," kata Rini.

Sebelumnya, Vice President Fuel Marketing M. Iskandar mengatakan harga Pertalite sekitar Rp8.000-Rp 8.300 per liter. Ini berarti lebih mahal sekitar Rp1.000 per liter dari premium RON 88, namun hanya beda Rp200 per liter dari Pertamax RON 92.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Digagalkan, Penyelundupan 14 Ton Premium Ilegal dalam Kapal

Digagalkan, Penyelundupan 14 Ton Premium Ilegal dalam Kapal

Bisnis | Sabtu, 18 April 2015 | 02:19 WIB

Pertalite Pengganti Premium

Pertalite Pengganti Premium

Foto | Jum'at, 17 April 2015 | 18:29 WIB

Bertekad Kurangi Impor Premium, Ini Kiat Pemerintah

Bertekad Kurangi Impor Premium, Ini Kiat Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 14:49 WIB

BBM Baru Pertamina Petralite Tak Disubsidi Pemerintah

BBM Baru Pertamina Petralite Tak Disubsidi Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 14:36 WIB

Ini Dia Harga Pertalite, BBM Pengganti Premium

Ini Dia Harga Pertalite, BBM Pengganti Premium

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 13:09 WIB

Ganti Premium dengan Petralite, Menko Sofyan Ingatkan Pertamina

Ganti Premium dengan Petralite, Menko Sofyan Ingatkan Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2015 | 18:02 WIB

Terkini

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:15 WIB

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:13 WIB

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:44 WIB

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:37 WIB

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:15 WIB

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

×