Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Bertekad Kurangi Impor Premium, Ini Kiat Pemerintah

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 17 April 2015 | 14:49 WIB
Bertekad Kurangi Impor Premium, Ini Kiat Pemerintah
Ilustrasi kelangkaan Premium di SPBU. [Antara/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - Pemerintah dikatakan telah memiliki cara khusus untuk mengurangi volume impor bahan bakar minyak (BBM) yang setiap tahunnya terus meningkat. Caranya yaitu dengan memanfaatkan kebijakan Mandatori BBN (Bahan Bakar Nabati).

Diketahui, Indonesia sejak tahun 2008 sudah memiliki ketergantungan impor BBM dari negara lain. Ketergantungan tersebut kini bahkan menempatkan Indonesia sebagai negara importir BBM nomor dua terbesar di dunia.

Bahkan diketahui, sekitar 60 persen kebutuhan BBM dalam negeri saat ini dipenuhi melalui impor dari negara lain. Hal tersebut terjadi akibat tingginya konsumsi yang tidak dibarengi dengan produksi yang ada.

"Salah satu kiat yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi volume BBM impor adalah dengan mendiversifikasi BBM dengan kebijakan Mandatori BBN," ungkap Menteri ESDM, Sudirman Said, Jumat (17/4/2015).

Dijelaskan Sudirman, kewajiban mandatori ini membuat ketergantungan impor menjadi hemat, serta kebutuhan nasional pun akan semakin bertumpu pada kemampuan sendiri dalam menghasilkan bahan bakar. Menurutnya, pemanfaatan energi baru dan terbarukan juga merupakan bagian dari langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi BBM nasional.

"Energi baru terbarukan harus dimaksimalkan pemanfaatannya dengan memperhatikan tingkat keekonomian. Dan keekonomian itu bisa dibangun oleh pemerintah," tambahnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menyatakan bakal merilis produk BBM baru bernama Pertalite. Rencananya, bensin yang diproyeksikan mengganti keberadaan Premium itu akan diuji coba pada semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di jalan tol per Mei 2015. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor Premium.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BBM Baru Pertamina Petralite Tak Disubsidi Pemerintah

BBM Baru Pertamina Petralite Tak Disubsidi Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 14:36 WIB

Ini Dia Harga Pertalite, BBM Pengganti Premium

Ini Dia Harga Pertalite, BBM Pengganti Premium

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 13:09 WIB

Ganti Premium dengan Petralite, Menko Sofyan Ingatkan Pertamina

Ganti Premium dengan Petralite, Menko Sofyan Ingatkan Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2015 | 18:02 WIB

Dorong Konversi BBM ke BBG, Menperin Usul SPBU Wajib Siapkan BBG

Dorong Konversi BBM ke BBG, Menperin Usul SPBU Wajib Siapkan BBG

Bisnis | Selasa, 14 April 2015 | 18:06 WIB

Terkini

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:15 WIB

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

×