Suara.com - Para pekerja di Indonesia ternyata masih didominasi oleh masyarakat dengan kualifikasi pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah. Hal itu antara lain terungkap dalam data Badan Pusat Statistik (BPS).
Dilaporkan, BPS mencatat bahwa penyerapan tenaga kerja di Indonesia masih didominasi pekerja dengan latar belakang pendidikan rendah, yaitu Sekolah Dasar (SD) dan SMP. Terhitung Februari 2015, pekerja dengan latar belakang pendidikan SD tercatat sebanyak 54,6 juta orang atau 45,19 persen dari total pekerja. Sementara pekerja dengan pendidikan SMP tercatat sebanyak 21,5 juta atau 17,77 persen.
"Masih banyak tenaga kerja itu SMP ke bawah," ungkap Kepala BPS, Suryamin, saat ditemui di kantornya, Selasa (5/5/2015).
Menurut Suryamin, meski demikian, jumlah tersebut masih bisa dikompensasi dengan peningkatan jumlah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang naik dari 17,95 juta menjadi 18,91 juta orang. Begitu juga dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan universitas. Namun begitu, lulusan Diploma I hingga III justru tercatat menurun tipis, dari 3,25 juta menjadi 3,13 juta orang.
"Kualitas penduduk bekerja mulai meningkat, meski lulusan SD masih mendominasi," tambah Suryamin.
Sementara itu ditambahkan, penduduk bekerja berpendidikan tinggi secara total hanya sebanyak 13,1 juta orang. Angka ini mencakup 3,1 juta orang atau 2,60 persen berpendidikan diploma, serta sebanyak 10 juta orang atau 8,29 persen berpendidikan sarjana.