Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Guru Besar IPB: Data Pangan Agak Kacau

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 25 Mei 2015 | 16:35 WIB
Guru Besar IPB: Data Pangan Agak Kacau
Petani merontokan bulir padi saat panen. (Antara/Ampelsa)

Suara.com - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso menilai data pangan yang dikeluarkan pemerintah sedikit kacau. Makanya harus ada evaluasi terhadap kebijakan pertanian dan perdagangan nasional.

Dwi mencontohkan soal data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait stok pangan di Indonesia. Terutama beras. BPS selalu menghitung stok beras surplus atau berlebih.

Namun pada kenyataan pasar, harga beras terus naik. Keadaan ini dinilai sangat berbanding terbaik dengan data yang dirilis oleh BPS. Dengan pasokan beras surplus, semestinya harga beras stabil.

“Data pangan di Indonesia agak kacau. Di mana produksi beras nasional selama 2014 sebesar 43 juta ton dengan konsumsi beras tertinggi di seluruh dunia sekira 139 ribu kg per tahun. Harusnya kita masih punya surplus 28 juta ton. Padahal kenyataan yang ada tidak demikian, harga beras stabil tinggi pada Febuari-Maret harga turun karena masuk masa panen,” jelasnya saat ditemui dalam diskusi 'Pangan Kita' di Jakarta, Senin (25/5/2015).

Dia juga mencatat data BPS berbeda dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dwi mengatakan Kalla pernah menyatakan konsumsi beras 124 ribu kg per tahun per kapita. Seharusnya Indonesia mempunyai surplus hampir 10 juta ton.

"Ini data dari mana lagi yang digunakan oleh pak JK? Kok beda? Jadi ini ada masalah di data dan manajamen pangan di Indonesia. Ada politik pangan," jelasnya.

Dwi menilai, ada yang tidak beres dengan data produksi pangan nasional Indonesia.‎ Dia berharap, hal tersebut tidak terulang lagi di masa mendatang.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah diharapkan mampu menyelesaikan masalah manejemen pangan agar tidak mengganggu kebijakan terkait pertanian dan perdagangan di Indonesia.

“Ke depan pemerintah harus memperhatikan dengan baik bagaimana manejemen pangan dan data pangan di Indonesia. Sebenarnya kita bisa pakai teknologi pengindraan jauh. Tapi Undang-Undang (UU) Statistik tidak memperbolehkan lembaga lain merilis data selain oleh BPS. Ini yang harus dikaji kembali,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakar: Mohon Maaf, Kedaulatan Pangan Jokowi Masih Wacana

Pakar: Mohon Maaf, Kedaulatan Pangan Jokowi Masih Wacana

Bisnis | Senin, 25 Mei 2015 | 16:09 WIB

Jokowi Tiba dI Merauke, Hari Ini akan Panen Raya

Jokowi Tiba dI Merauke, Hari Ini akan Panen Raya

News | Minggu, 10 Mei 2015 | 11:07 WIB

Tim Harga Pangan Diminta Transparan dan Sinergis

Tim Harga Pangan Diminta Transparan dan Sinergis

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2015 | 13:37 WIB

Maret 2015, Neraca Perdagangan Surplus Rp146 Triliun

Maret 2015, Neraca Perdagangan Surplus Rp146 Triliun

Bisnis | Rabu, 15 April 2015 | 13:15 WIB

Kenaikan Harga Koran Sumbang Inflasi Manado

Kenaikan Harga Koran Sumbang Inflasi Manado

News | Jum'at, 03 April 2015 | 02:52 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×