Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dua Cara Mentan Kendalikan Harga Bahan Pokok saat Ramadhan

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 08 Juni 2015 | 11:10 WIB
Dua Cara Mentan Kendalikan Harga Bahan Pokok saat Ramadhan
Pedagang sembako di pasar inpres Senen Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menjelang Ramadhan dan Lebaran harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Melihat kondisi tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pihaknya telah memiliki beberapa skenario untuk mengendalikan harga pangan tanpa mengambil opsi impor.

Salah satu cara yang akan dilakukan oleh Amran salah satunya adalah memantau harga pangan. Itu dilakukan minimal dua hari sekali.

Pemantauan ini akan bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Dengan cara ini pemerintah mampu mengendalikan harga bahan-bahan pokok yang mengalami kenaikan akibat ulah para spekulan dan tengkulak yang ingin meraup keuntungan dalam momen bulan Ramadhan dan Lebaran ini.

“Kami akan kerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog untuk selalu memantau harga-harga kebutuhan pokok minimal dua hari sekali karena produksi kita aman. Ya ini tujuannya agar harganya stabil,” kata Amran.

Hal itu dikatakan Amran saat ditemui dalam kunjungan kerja ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (8/6/2015).

Pihaknya juga akan membukan pasar-pasar murah di tempat yang harga bahan-bahan pokoknya lebih tinggi. Dengan cara ini, menurutnya lebih efektif untuk mengendalikan harga dan membuat masyarakat tidak tercekik dengan adanya kenaikan harga yang dilakukan oleh spekulan.

“Contoh di Pasar Terong, Sulawesi Selatan. Itu harga bawang merah di atas Rp30 ribu lebih. Langsung kami kontak produsennya di Janeponto. Setelah itu, harga langsung turun hingga Rp3.000 hanya dalam satu hari," jelasnya.

Dengan cara – cara ini, pemerintah yakin bahwa opsi impor tidak perlu dilakukan untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan bahan pokok.

“Dengan cara ini saya yakin impor tidakperlu dilakukan. Jadi jangan begitu harga naik sedikit di kepala kita langsung impor. Beras di Februari lalu kan naik 30 persen jadi Rp 12 ribu /kg tapi karena kerjasama kita tidak impor dan harga sekarang kembali stabil. Jadi kita harus lakukan lagi dengan cara itu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mentan Sidak Pasar Kramat Jati Untuk Pantau Harga Kebutuhan Pokok

Mentan Sidak Pasar Kramat Jati Untuk Pantau Harga Kebutuhan Pokok

Bisnis | Senin, 08 Juni 2015 | 08:30 WIB

Jelang Ramadhan, Masyarakat Diminta Waspadai Makanan Kedaluwarsa

Jelang Ramadhan, Masyarakat Diminta Waspadai Makanan Kedaluwarsa

News | Senin, 08 Juni 2015 | 05:50 WIB

Komisi VIII DPR Minta Sidang Isbat Digelar Tertutup

Komisi VIII DPR Minta Sidang Isbat Digelar Tertutup

News | Minggu, 07 Juni 2015 | 16:30 WIB

Jelang Ramadhan,  Harga Kebutuhan Pokok Naik Hingga 50 Persen

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Naik Hingga 50 Persen

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2015 | 12:55 WIB

Ketua DPR Ingatkan Pemerintah soal Naiknya Dolar Jelang Ramadan

Ketua DPR Ingatkan Pemerintah soal Naiknya Dolar Jelang Ramadan

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2015 | 20:38 WIB

DKI Lacak 'Penyalur' PMKS ke Jakarta Jelang Ramadhan

DKI Lacak 'Penyalur' PMKS ke Jakarta Jelang Ramadhan

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 14:41 WIB

Djarot: Harga Daging di Jakarta Sudah Naik di Atas Rp100 Ribu

Djarot: Harga Daging di Jakarta Sudah Naik di Atas Rp100 Ribu

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 14:24 WIB

Cegah Dehidrasi Saat Puasa Dengan Pola Minum Ini

Cegah Dehidrasi Saat Puasa Dengan Pola Minum Ini

| Kamis, 04 Juni 2015 | 20:00 WIB

Harga Cabai di Daerah Ini Sudah Rp50 Ribu Per Kilogram

Harga Cabai di Daerah Ini Sudah Rp50 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2015 | 12:55 WIB

Jelang Ramadhan, Kapolri Ancam Pelaku Penimbun Sembako

Jelang Ramadhan, Kapolri Ancam Pelaku Penimbun Sembako

News | Rabu, 03 Juni 2015 | 23:37 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB