Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Menaker: Investasi Cina Diharapkan Menyerap Pengangguran

Arsito Hidayatullah

Kamis, 11 Juni 2015 | 19:31 WIB
Menaker: Investasi Cina Diharapkan Menyerap Pengangguran
Sejumlah pekerja dalam sebuah proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta. [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Pemerintah Indonesia menyambut baik masuknya arus investasi dari negara Cina. Bahkan diharapkan, investasi itu dapat membantu penyerapan angkatan kerja baru, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi pengangguran.

"Kita ingin mendorong agar setiap investasi yang masuk dari luar negeri dapat menunjang pertumbuhan ekonomi, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran di Indonesia," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, melalui keterangan persnya di Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Hanif sendiri dilaporkan melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menaker Cina, Kong Changseng, di sela-sela rangkaian kegiatan International Labor Conference (ILC) di Jenewa, Swiss, pada Rabu (10/6) petang waktu setempat. Mereka membicarakan kerja sama investasi antara kedua negara.

Menurut Hanif, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, pemerintah Indonesia tidak hanya membutuhkan investasi yang berbentuk padat modal, melainkan juga butuh investasi yang bersifat industri padat karya, sehingga dapat bermanfaat lebih banyak bagi para pekerja dan pencari kerja.

Saat ini, berdasarkan data BPS per Februari 2015, tercatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,4 juta orang. Pemerintah menargetkan terciptanya dua juta lapangan kerja baru setiap tahunnya, untuk mempercepat pengurangan angka pengangguran. Sementara itu, untuk mengurangi pengangguran dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas di berbagai sektor industri, dibutuhkan adanya tambahan investasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

"Dengan peningkatan arus investasi yang masuk, maka diharapkan akan menunjang penciptaan lapangan kerja, sekaligus memberikan alih kemampuan, alih pengetahuan dan alih tekonologi bagi para pekerja di Indonesia," kata Hanif lagi.

Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Cina di berbagai bidang selama ini disebut telah terjalin dengan baik. Kondisi itu diharapkan dapat dimanfaatkan, agar bisa menunjang perkembangan kerja sama sektor ketenagakerjaan antara kedua negara.

"Selain masalah investasi, kita juga mengajak Cina untuk meningkatkan kerja sama ketenagakerjaan, di antaranya dalam bidang pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas, penelitian, informasi pasar kerja, hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan," tambah Hanif.

Sementara itu, Wakil Menaker Cina, Kong Changseng, menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama dengan pemerintah Indonesia, terutama di bidang ketenagakerjaan.

Investasi dari Cina sendiri merupakan salah satu dari lima besar investasi asing yang ada di Indonesia, di mana hubungan diplomatik kedua negara juga telah berjalan dengan baik selama 65 tahun. Cina merupakan salah satu mitra strategis Indonesia, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur. Saat ini, investasi Cina yang paling banyak ada di Indonesia berupa pembangunan pembangkit listrik dan smelter pertambangan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapa Swasta Tak Minat Bangun Proyek Infrastruktur Jokowi?

Mengapa Swasta Tak Minat Bangun Proyek Infrastruktur Jokowi?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2015 | 17:07 WIB

Tahun 2030, Indonesia Diprediksi Mulai jadi Negara Maju

Tahun 2030, Indonesia Diprediksi Mulai jadi Negara Maju

News | Rabu, 27 Mei 2015 | 06:58 WIB

Menkeu Wacanakan Subsidi Bunga untuk Pembiayaan Infrastruktur

Menkeu Wacanakan Subsidi Bunga untuk Pembiayaan Infrastruktur

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2015 | 03:40 WIB

Cina Akan Bangun 1.043 Proyek Senilai Rp4.190 Triliun

Cina Akan Bangun 1.043 Proyek Senilai Rp4.190 Triliun

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 07:10 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×