Rupiah Melemah Jadi Rp13.315 Per Dolar AS

Siswanto

Kamis, 25 Juni 2015 | 11:15 WIB
Rupiah Melemah Jadi Rp13.315 Per Dolar AS
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis (25/6/2015) pagi melemah, turun 14 poin menjadi Rp13.315 per dolar AS dibandingkan posisi terakhir kemarin.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan nilai tukar rupiah kembali melemah bersamaan dengan pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia merespons belum adanya kesepakatan dalam penyelesaian masalah utang Yunani.

"Negosiasi antara Yunani dengan para pemberi utang masih berlangsung dan belum menemukan titik temu," katanya.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah berpeluang terus mengalami tekanan selama belum ada kepastian kesepakatan mengenai penyelesaian utang Yunani.

Penyelesaian utang Yunani yang berlarut-larut, menurut dia, akan memberikan tekanan terhadap pasar keuangan di negara-negara berkembang.

Kendati demikian, ia mengatakan, pelemahan rupiah kemungkinan terbatas karena Bank Indonesia menerbitkan aturan makroprudensial mengenai kredit atau pembiayaan properti dan penurunan uang muka kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor.

Menurut dia, kebijakan itu bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan berdampak ke sektor ekonomi yang lain.

Di sisi lain, ia mengatakan, respons investor yang masih baik terhadap lelang surat utang negara juga dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah ke depan.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebutkan pemerintah menyerap dana Rp18 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp40 triliun. Hasil lelang itu melebihi target indikatif yang ditetapkan Rp12 triliun.  (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2015 | 10:38 WIB

Rupiah Melemah ke Rp13.324 di Rabu Pagi

Rupiah Melemah ke Rp13.324 di Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2015 | 10:56 WIB

Rupiah Anjlok, JK Janji Perbaiki Pertumbuhan Ekonomi

Rupiah Anjlok, JK Janji Perbaiki Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2015 | 16:07 WIB

Rupiah Merosot, Angka Pengangguran Terancam Meningkat

Rupiah Merosot, Angka Pengangguran Terancam Meningkat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2015 | 13:13 WIB

Kamis Pagi, Rupiah Melemah ke Level Rp13.192

Kamis Pagi, Rupiah Melemah ke Level Rp13.192

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2015 | 10:07 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×