Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menko Sofyan: Indonesia Tak Akan Bernasib Seperti Yunani

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 10 Juli 2015 | 12:52 WIB
Menko Sofyan: Indonesia Tak Akan Bernasib Seperti Yunani
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yakin Indonesia tidak akan bernasib seperti Yunani yang kini di ujung kebangkrutan. Pasalnya, saat ini Indonesia lebih banyak membayar utang dibandingkan dengan Yunani yang terus meminjam.

“Beda dong dengan Yunani, itu yang bangkrut perusahaan-perusahaan lama yang masih mengambil utang baru. Sedangkan Indonesia saat ini tidak ada pengambilan utang baru, kita malah bayar utang. Jadi kalau dikatakan akan seperti Yunani itu jauh sekali,” kata Sofyan saat ditemui di kantornya, Jumat (10/7/2015).

Selain itu, kata Sofyan, Indonesia menggunakan utang untuk kepentingan yang produktif, sementara Yunani berutang untuk kepentingan sosial dan konsumsi.

"Yunani berutang banyak untuk kepentingan konsumtif, kepentingan sosial. Kita berutang yang harus dihindari untuk kepentingan konsumtif. Jangan bandingkan Yunani dengan Indonesia," kata Sofyan.

Ia menjelaskan rasio utang Yunani saat ini hampir 200 persen dari gross domestic product atau produk domestik bruto. Sedangkan Indonesia, baru 26 persen dari GDP. Melihat kondisi tersebut, menurutnya, Indonesia tidak bisa disamakan dengan Yunani.

Meski demikian, dia mengakui krisis Yunani akan berdampak ke Indonesia. Namun, dampaknya tidak terlalu signifikan. Pasalnya, penyaluran dana dari Yunani ke negara berkembang sangat sedikit.

"Menurut saya tidak berpengaruh, exposure dari negara berkembang kepada Yunani juga sudah minimal sekali. Tapi kita tetap tingkatkan kewaspadaan dari dampak itu ke pasar global,” katanya.

Sofyan menambahkan masalah Yunani sudah dikalkulasi lama di pasar keuangan. Permasalahannya dimulai dari 2011 hingga 2015. Pada 2011 dan 2015 perbankan Eropa yang punya exposure di Yunani besar sekali.

"Kalau sekarang itu yang sudah hampir tidak ada dampak ke institusi keuangan di Eropa tidak besar. Keputusannya sabtu, jadi kita tunggu saja perkembangannya bagaimana,” kata dia.

Seperti diketahui, Yunani terancam bangkrut akibat tak bisa membayar utang 1,54 miliar dolar AS atau sekitar Rp22 triliun ke International Monetary Fund. Yunani diberi waktu hingga akhir hari Sabtu (11/7/2015) untuk menyajikan proposal baru guna mendapat dana talangan dari kreditor agar mereka tak perlu keluar dari eurozone.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lelaki Ini Relakan Uang Pensiunnya Untuk Bantu Rakyat Yunani

Lelaki Ini Relakan Uang Pensiunnya Untuk Bantu Rakyat Yunani

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 16:57 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB