Nasib Indonesia Tidak Separah Yunani

Suwarjono

Minggu, 12 Juli 2015 | 18:13 WIB
Nasib Indonesia Tidak Separah Yunani
Para pensiunan antre di depan bank nasional di Athena, Yunani, untuk mendapatkan sebagian tunjangan mereka. (Reuters/Jean Paul Pellisier)

Suara.com - Kebangkrutan Negara Yunani di kawasan Benua Eropa membuat kawatir sejumlah negara, termasuk Indonesia. Meski situasi perekonomian Indonesia saat ini melambat, namun diyakini nasib Indonesia tidak separah Yunani.

"Memang berpengaruh secara pasar saham dengan Indonesia, tetapi tidak akan sama nasib dengan Yunani," kata Rektor Universitas Paramadina Firmanzah ketika berdiskusi mengenai efek perekonomian bangkrutnya Yunani terkait dengan Indonesia di Jakarta, Minggu (12/7/2015)

Lebih lanjut ia menjelaskan hal tersebut karena secara fundamental ekonomi dan faktor sumber daya alam Indonesia berbeda dengan Yunani.

"Pengaruh Yunani sekitar 5 persen PDB di Eropa, namun produktivitas Indonesia juga meningkat setiap tahunnya," ucapnya.

Ia mengatakan secara nominal hutang Indonesia besar, namun Indonesia juga mempunyai target produktif dari berbagai sektor.

"Analoginya kan utang Rp100 ribu mahasiswa dan Rp1 juta pegawai kan beda, karena pegawai punya pemasukan yang terhitung setiap bulannya, sedangkan mahasiswa tidak terprediksi, sehingga peminjamannya masih terkendali," tuturnya.

Sementara itu, keterkaitan anjloknya saham di Tiongkok sebesar 30 persen juga bisa berpotensi besar terhadap saham di Indonesia.

"Kasus bangkrutnya Yunani dan anjloknya saham Tiongkok pasti berdampak, rasionya setiap penurunan 1 persen di Tiongkok, bisa 0,4 persen di Indonesia," ujarnya.

Namun, Firmanzah berpendapat tidak akan bisa terulang seperti kasus moneter tahun 1998.

"Pada saat ini Indonesia ekonominya tergolong unik karena terbagi antara sektor formal dan informal, pada informal ini banyak UMKM yang bisa menjadi penyokong perekonimian Indonesia, itu merupakan salah satu faktor penguat," tuturnya.

Ia menyarankan salah satu yang harus diwaspadai adalah proyek pengembangan infrastruktur Indonesia yang terlalu banyak terpusat pada investor Tiongkok.

"Proyek infrastrukur jangan semuanya dari Tiongkok, kita kan Nonblok, bisa dari Amerika atau Eropa, agar tidak berpengaruh banyak bila terjadi skenario terburuk," tukasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lelaki Ini Relakan Uang Pensiunnya Untuk Bantu Rakyat Yunani

Lelaki Ini Relakan Uang Pensiunnya Untuk Bantu Rakyat Yunani

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 16:57 WIB

Menkeu Yunani Belum Ajukan Proposal Penyelamatan Negeri

Menkeu Yunani Belum Ajukan Proposal Penyelamatan Negeri

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 01:16 WIB

Pascareferandum Yunani, Harga Minyak AS Turun Hampir 8 Persen

Pascareferandum Yunani, Harga Minyak AS Turun Hampir 8 Persen

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2015 | 07:40 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×