Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Nasib Indonesia Tidak Separah Yunani

Suwarjono

Minggu, 12 Juli 2015 | 18:13 WIB
Nasib Indonesia Tidak Separah Yunani
Para pensiunan antre di depan bank nasional di Athena, Yunani, untuk mendapatkan sebagian tunjangan mereka. (Reuters/Jean Paul Pellisier)

Suara.com - Kebangkrutan Negara Yunani di kawasan Benua Eropa membuat kawatir sejumlah negara, termasuk Indonesia. Meski situasi perekonomian Indonesia saat ini melambat, namun diyakini nasib Indonesia tidak separah Yunani.

"Memang berpengaruh secara pasar saham dengan Indonesia, tetapi tidak akan sama nasib dengan Yunani," kata Rektor Universitas Paramadina Firmanzah ketika berdiskusi mengenai efek perekonomian bangkrutnya Yunani terkait dengan Indonesia di Jakarta, Minggu (12/7/2015)

Lebih lanjut ia menjelaskan hal tersebut karena secara fundamental ekonomi dan faktor sumber daya alam Indonesia berbeda dengan Yunani.

"Pengaruh Yunani sekitar 5 persen PDB di Eropa, namun produktivitas Indonesia juga meningkat setiap tahunnya," ucapnya.

Ia mengatakan secara nominal hutang Indonesia besar, namun Indonesia juga mempunyai target produktif dari berbagai sektor.

"Analoginya kan utang Rp100 ribu mahasiswa dan Rp1 juta pegawai kan beda, karena pegawai punya pemasukan yang terhitung setiap bulannya, sedangkan mahasiswa tidak terprediksi, sehingga peminjamannya masih terkendali," tuturnya.

Sementara itu, keterkaitan anjloknya saham di Tiongkok sebesar 30 persen juga bisa berpotensi besar terhadap saham di Indonesia.

"Kasus bangkrutnya Yunani dan anjloknya saham Tiongkok pasti berdampak, rasionya setiap penurunan 1 persen di Tiongkok, bisa 0,4 persen di Indonesia," ujarnya.

Namun, Firmanzah berpendapat tidak akan bisa terulang seperti kasus moneter tahun 1998.

"Pada saat ini Indonesia ekonominya tergolong unik karena terbagi antara sektor formal dan informal, pada informal ini banyak UMKM yang bisa menjadi penyokong perekonimian Indonesia, itu merupakan salah satu faktor penguat," tuturnya.

Ia menyarankan salah satu yang harus diwaspadai adalah proyek pengembangan infrastruktur Indonesia yang terlalu banyak terpusat pada investor Tiongkok.

"Proyek infrastrukur jangan semuanya dari Tiongkok, kita kan Nonblok, bisa dari Amerika atau Eropa, agar tidak berpengaruh banyak bila terjadi skenario terburuk," tukasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lelaki Ini Relakan Uang Pensiunnya Untuk Bantu Rakyat Yunani

Lelaki Ini Relakan Uang Pensiunnya Untuk Bantu Rakyat Yunani

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 16:57 WIB

Menkeu Yunani Belum Ajukan Proposal Penyelamatan Negeri

Menkeu Yunani Belum Ajukan Proposal Penyelamatan Negeri

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 01:16 WIB

Pascareferandum Yunani, Harga Minyak AS Turun Hampir 8 Persen

Pascareferandum Yunani, Harga Minyak AS Turun Hampir 8 Persen

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2015 | 07:40 WIB

Terkini

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30 WIB

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:19 WIB

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:06 WIB

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:03 WIB

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:52 WIB

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47 WIB

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:42 WIB

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:35 WIB

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:16 WIB

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:00 WIB