Anggaran BPJS Alami Defisit, Ini Saran untuk Pemerintah

Laban Laisila, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 06 Agustus 2015 | 17:48 WIB
Anggaran BPJS Alami Defisit, Ini Saran untuk Pemerintah
Penyerahan Kartu BPJS Kesehatan kepada warga binaan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung Jakarta, Kamis (24/4). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Pemerintah diminta untuk mengantisipasi adanya defisit anggaran BPJS Kesehatan yang makin membengkak. Guru Besar FKM UI Hasbullah Thabrany menilai, masalah defisit tersebut disebabkan adanya peningkatan masyarakat yang jatuh sakit.

"Kalau (dana) BPJS defisit, masalahnya yang diperkirakan akan berobat lebih banyak dari perhitungan semula. Misalnya ada 100 orang yang berobat, ternyata yang berobat 150. Jadi beban biayanya lebih banyak," kata Hasbullah saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk menyediakan dana cadangan BPJS lantaran rentang waktu masyarakat yang sakit tidak bisa diprediksi.

"Itu saja yang mesti dihitung pemerintah. Berapa sebenarnya yang berobat. Yang sakitkan memang tidak ada jadwalnya. Oleh karena itu yang terbaik adalah menyediakan dana kalau diperhitungkan 150 orang  yang berobat, sediakan dana cadangan untuk 180-200 orang. Sehingga begitu ada yang sakit lebih tinggi masih ada cadangan," katanya.

Adapun mengenai anggaran BPJS, Ia menyarankan agar pemerintah menaikkan anggaran BPJS sebesar 10 persen.

"Tahap awal itu harus lebih tinggi minumum 10 persen dari perkiraan klaim. Kalo misalkan nanti klaimnya Rp7 triliun, minimum Rp7 triliun cadangan. Ke depan semua surplus dari dana JKN harus diakumulasi dengan dana cadangan. Begitulah praktek jaminan sosial di berbagai negara," katanya.

Selain itu, pemerintah juga dianggap kurang mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai BPJS.

"Sosialisasi BPJS ini masih kurang, yang saya selalu kritik bahwa dalam hal sosialisasi saya belum kasih nilai lulus. Dari segi jumlah sosialisasinya yang kurang, intensitas komunikasinyta masih kurang, karena banyak dikerjakan sendiri atau lewat media," katanya.

 Dia pun berharap, agar pemerintah bisa menggangdeng seluruh pihak terkait untuk bisa menyebarkan informasi BPJS kepada masyarakat yang kurang mengetahui pelaksanaan BPJS.

"Harus banyak sosialisasi ke pemangku kepentingan, khususnya lewat provider, akademisi dan juga organisasi-organisasi. Harus disediakan juga informasi yang bisa diakses seperti zaman dulu itu KB. Karena berbagai organisasi diminta untuk disosialisasikan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fatwa MUI Soal BPJS Kesehatan Jangan Sampai Rugikan Masyarakat

Fatwa MUI Soal BPJS Kesehatan Jangan Sampai Rugikan Masyarakat

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 16:09 WIB

Terkini

Swiss Ingin Penerbangan Langsung dari Jakarta, Sebut Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

Swiss Ingin Penerbangan Langsung dari Jakarta, Sebut Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:35 WIB

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Jenderal Listyo Dinonaktifkan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Jenderal Listyo Dinonaktifkan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:35 WIB

Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:34 WIB

Geger di DPRD DIY, Foto Gibran Diturunkan, Forum Kebangsaan Desak Pemakzulan

Geger di DPRD DIY, Foto Gibran Diturunkan, Forum Kebangsaan Desak Pemakzulan

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 15:33 WIB

Jokowi Hadir di Sidang Pembuktian Ijazah! Polisi Pasang Pengamanan Lapis 3, Pengunjung Dibatasi 80

Jokowi Hadir di Sidang Pembuktian Ijazah! Polisi Pasang Pengamanan Lapis 3, Pengunjung Dibatasi 80

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:30 WIB

Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November

Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:30 WIB

Menjaga Nalar dan Integritas Anak di Tengah Polemik Ijazah

Menjaga Nalar dan Integritas Anak di Tengah Polemik Ijazah

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:28 WIB

Ini Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Bebas SLS dan Alkohol

Ini Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Bebas SLS dan Alkohol

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:25 WIB

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:21 WIB

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:20 WIB

×