Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Persen, Sudah Saatnya Rombak Kabinet

Tomi Tresnady, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 08 Agustus 2015 | 18:44 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Persen, Sudah Saatnya Rombak Kabinet
Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke- 22 di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (1/8/2015). [Setpres/Cahyo]

Suara.com - Ketua DPP PAN Teguh Juwarno mengatakan sudah saat Presiden Joko Widodo melakukan perombakan Kabinet Kerja, terutama di pos-pos menteri perokonomian.

Ia beralasan, hal itu lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7 persen pada sementer I 2015. Sehingga menjadi acuan kinerja menteri di sektor perekonomian belum maksimal.

"Coba lihat zaman SBY dulu kurs Rp12 ribu langsung kalang kabut. Kalau sekarang Rp13.500 masih adem. Sikap presiden yang humble dan memberi pemakluman lebih untuk politik. Jangan sampai rakyat terus bergejolak karena pertumbuhan yang lemah dan nilai tukar rupiah yang terus merosot. Makanya reshuffle itu lebih cepat lebih baik," kata Teguh dalam diskusi Perombakan Kabinet Sudah Net, Sabtu (8/8/2015).

Ia mencontohkan, seharusnya Kementerian BUMN memiliki peranan lebih dalam mendongkrak perkonomian Indonesia dengan menarik banyak investor. Saat ini BUMN memegang aset negara Rp5 tiliun.

Dana tersebut dapat digunakan untuk menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui perusahaan-perusahaan BUMN. Tapi, lanjut dia, kondisinya justru BUMN meminta modal investasi.

"BUMN punya aset dua kali lipat dari APBN kita harusnya itu bisa digunakan untuk meyakinkan investor menanamkan modalnya di Indonesia. Tapi sekarang, bukannya duit datang malah minta penambahan penanaman modal," ungkapnya.

Ia mencontohkan PT Pertamina. Kontrak karya yang dimiliki Pertamina lebih besar dibandikan Petronas. Teguh pertanyakan kenapa Pertamina selalu rugi? Hal inilah yang menjadi sorotan bahwa perombakan kabinet itu perlu dipercepat.

"Pertamina asetnya lebih besar dari Petronas, tapi rugi terus siapa yang salah. Contoh Freeport, kenapa dia bisa terkenal di dunia, ya karena pemerintahnya (Amerika Serikat) gencar menarik investor, mau modal dan lain-lain. Makanya dapat membantu perekonomian di Amerika sana," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Menteri -Menteri yang Diusulkan 'Reshuffle'

Ini Menteri -Menteri yang Diusulkan 'Reshuffle'

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 23:58 WIB

Lukman Hakim: Reshuffle Kok Tanya Saya, Ya Ke Presiden

Lukman Hakim: Reshuffle Kok Tanya Saya, Ya Ke Presiden

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 20:52 WIB

Anggota Dewan Ini Pesimistis Kabinet Kerja Bisa Wujudkan Nawacita

Anggota Dewan Ini Pesimistis Kabinet Kerja Bisa Wujudkan Nawacita

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 03:30 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB