Array

Rupiah Terus Tertekan, BI Akan Terus Berada di Pasar

Esti Utami Suara.Com
Rabu, 12 Agustus 2015 | 15:16 WIB
Rupiah Terus Tertekan, BI Akan Terus Berada di Pasar
Ilustrasi Rupiah terus melemah. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Bank Indonesia (BI) telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah, menyusul perkembangan nilai tukar mata uang Indonesia itu akhir-akhir ini. Gubernur BI Agus DW Martowardojo, mengatakan pelemahan rupiah akhir-akhir ini telah terlalu dalam (overshoot) sehingga berada jauh di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).

"Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas lainnya," kata Agus di Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara meyakini pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir hanya bersifat sementara.

"Kami melihat bahwa saat ini rupiah undervalued dan dari dalam negeri sendiri saat ini kami memandang rupiah sudah cukup kompetitif terhadap ekspor manufaktur dan mampu mendorong turis masuk ke Indonesia," kata Mirza.

Mirza juga menilai perkembangan rupiah juga dipengaruhi oleh pembayaran utang dan dividen khususnya di triwulan III/2015. Berdasarkan kurs JISDOR BI, nilai tukar rupiah pada Rabu pagi mencapai Rp13.758 per dolar, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp13.541 per dolar AS.

Sementara dalam transaksi antarbank di Jakarta, rupiah melemah 140 poin menjadi Rp13.747 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.607 per dolar. Perkembangan rupiah dalam beberapa terakhir ini terutama disebabkan oleh perkembangan global. Pasar masih bereaksi terhadap keputusan pemerintah Cina yang mendevaluasi yuan.

Langkah tersebut dilakukan Beijing untuk mempertahankan kinerja ekspornya, yang menurun drastis sebesar 8,3 persen secara tahunan (yoy) pada Juli 2015, atau merupakan penurunan terbesar dalam empat bulan terakhir.

Cina kembali memangkas nilai yuan terhadap dolar AS sebesar 1,62 persen pada Rabu (12/8) yang merupakan penurunan kedua dalam dua hari terakhir, kata kantor berita resmi Xinhua melaporkan.

Pengaturan harian yang menetapkan nilai mata uang Tiongkok terhadap greenback diturunkan menjadi 6,3306 yuan, dari 6,2298 pada Selasa (11/8/2015), tulis Xinhua mengutip data pasar valuta asing nasional.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang Cina renminbi atau yuan, melemah 1,008 basis poin menjadi 6,3306 terhadap dolar AS pada Rabu, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Cina. Di pasar spot valuta asing di Cina, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Bank sentral Cina, People's Bank of China (PBoC), meningkatkan sistem pembentukan nilai tukar pada 11 Agustus agar lebih mencerminkan pengembangan pasar dalam nilai tukar yuan terhadap dolar AS.

Dampak depresiasi secara global, menurut BI, depresiasi yuan tersebut memberi dampak pada negara-negara mitra dagang Tiongkok yang ekspornya mengandalkan sumber daya alam, termasuk Indonesia. Kebijakan depresiasi seperti ini pernah dilakukan pemerintah Cina pada 1994, yang juga berdampak pada perekonomian global saat itu.

Sementara itu, perkembangan data terkini di AS seperti data ISM non manufacturing index, data tenaga kerja, menunjukkan tanda-tanda membaik sehingga menimbulkan ekspektasi dari pelaku pasar bahwa kenaikan suku bunga kebijakan AS (Fed Fund Rate) akan dilakukan lebih cepat.

Saat ini hampir seluruh mata uang global mengalami depresiasi. Mata uang ringgit Malaysia pada Januari hingga minggu pertama Agustus 2015 (ytd) melemah 13,3 persen, won Korea 7,9 persen , baht Thailand 7,4 persen, yen Jepang 4,8 persen, euro 8,9 persen, real Brasil 29,4 persen, dan dolar Australia melemah 10,6 persen.

Rupiah dari Januari hingga minggu pertama Agustus 2015 melemah sebesar 9,8 persen.

Sementara Rabu pagi, IHSG juga dibuka melemah 50,54 poin atau 1,09 persen menjadi 4.572,04. Sementara pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, IHSG terkoreksi 122,90 poin (2,66 persen) ke level 4.499,685. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI