Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Kemenhub Ingin Tekan Laju Emisi Gas Buang Industri Penerbangan

Siswanto | Suara.com

Rabu, 19 Agustus 2015 | 15:16 WIB
Kemenhub Ingin Tekan Laju Emisi Gas Buang Industri Penerbangan
Maskapai Garuda Indonesia terparkir di terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (12/12). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Perhubungan saat ini tengah mengoptimalkan berbagai upaya untuk menahan laju emisi gas buang dari industri penerbangan, baik dengan menambah jumlah area hijau di sekitar bandara maupun upaya teknis yang berkaitan dengan operasional penerbangan.

Tujuannya, kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, agar Indonesia bisa mempertahankan tingkat emisi gas buang dan tidak tumbuh lagi setidaknya hingga 25 tahun kedepan.

Dia mengakui usaha tidak mudah karena industri penerbangan Indonesia tumbuh terus sekitar 10 persen setiap tahun.

“Teorinya jika setiap tahun industri penerbangan di Indonesia tumbuh 10 persen maka perhitungannya sangat sederhana. Emisi gas buangnya juga akan tumbuh 10 persen setiap tahunnya,” ujarnya saat membuka acara International Green Aviation Conference 2015 di Kuta, Badung, Bali, Rabu (19/8/2015).

Meskipun begitu, Jonan tetap optimistis. Soalnya, kata dia, banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan tingkat emisi gas buang.

Salah satu caranya dengan mengurangi pergerakan pesawat yang tidak perlu, seperti mengurangi upaya turn around saat landing.

“Industri pesawat terbang komersial yang memproduksi pesawat seperti Boeing dan Airbus serta afiliasinya harus berusaha membuat teknologi atau mesin yang bisa untuk menyerap energi terbarukan yang lebih besar. Jika menggunakan teknologi matahari, masih jauh. Yang bisa menggunakan teknologi matahari adalah pesawat eksperimen, sementara pesawat sejenis Boeing 737 atau Airbus 320 menurut kami tidak bisa pada saat ini,” katanya.

IGAC 2015 yang digelar mulai 19 Agustus 2015 hingga 21 Agustus 2015 bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi maupun pengalaman terbaik di antara para pemegang kepentingan di sektor penerbangan dan energi.

“Tujuan tersebut merujuk pada segala upaya yang dilakukan untuk mengurangi emisi karbon melalui aksi-aksi yang diusulkan oleh organisasi penerbangan sipil internasional. Aksi penurunan emisi karbon juga telah diprogramkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui KP 201 tahun 2013,” katanya.

Konferensi ini diharapkan menghasilkan transfer pengetahuan dan informasi yang dapat mewujudkan kerjasama nyata dalam melaksanakan aksi-aksi penurunan emisi karbon di sektor penerbangan.

“IGAC 2015 ini akan fokus pada tiga program aksi yakni implementasi bahan bakar berbasis nabati untuk pesawat udara, implementasi skema perdagangan karbon, serta peningkatan prosedur operasi penerbangan,” katanya.

IGAC 2015 dihadiri 150 - 170 peserta dari dalam maupun luar negeri yang berasal dari operator pesawat udara, operator bandar udara, organisasi perawatan pesawat, sekolah penerbangan, otoritas penerbangan, asosiasi penerbangan, pemerintahan, produsen bahan bakar untuk pesawat udara. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AISI Minta Pemerintah Segera Berlakukan Aturan Emisi Baru

AISI Minta Pemerintah Segera Berlakukan Aturan Emisi Baru

Otomotif | Rabu, 21 Januari 2015 | 14:19 WIB

Standar Emisi Naik, Bahan Bakar Lebih Hemat

Standar Emisi Naik, Bahan Bakar Lebih Hemat

Otomotif | Sabtu, 15 November 2014 | 02:47 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB