Kemenhub Ingin Tekan Laju Emisi Gas Buang Industri Penerbangan

Siswanto

Rabu, 19 Agustus 2015 | 15:16 WIB
Kemenhub Ingin Tekan Laju Emisi Gas Buang Industri Penerbangan
Maskapai Garuda Indonesia terparkir di terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (12/12). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Perhubungan saat ini tengah mengoptimalkan berbagai upaya untuk menahan laju emisi gas buang dari industri penerbangan, baik dengan menambah jumlah area hijau di sekitar bandara maupun upaya teknis yang berkaitan dengan operasional penerbangan.

Tujuannya, kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, agar Indonesia bisa mempertahankan tingkat emisi gas buang dan tidak tumbuh lagi setidaknya hingga 25 tahun kedepan.

Dia mengakui usaha tidak mudah karena industri penerbangan Indonesia tumbuh terus sekitar 10 persen setiap tahun.

“Teorinya jika setiap tahun industri penerbangan di Indonesia tumbuh 10 persen maka perhitungannya sangat sederhana. Emisi gas buangnya juga akan tumbuh 10 persen setiap tahunnya,” ujarnya saat membuka acara International Green Aviation Conference 2015 di Kuta, Badung, Bali, Rabu (19/8/2015).

Meskipun begitu, Jonan tetap optimistis. Soalnya, kata dia, banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan tingkat emisi gas buang.

Salah satu caranya dengan mengurangi pergerakan pesawat yang tidak perlu, seperti mengurangi upaya turn around saat landing.

“Industri pesawat terbang komersial yang memproduksi pesawat seperti Boeing dan Airbus serta afiliasinya harus berusaha membuat teknologi atau mesin yang bisa untuk menyerap energi terbarukan yang lebih besar. Jika menggunakan teknologi matahari, masih jauh. Yang bisa menggunakan teknologi matahari adalah pesawat eksperimen, sementara pesawat sejenis Boeing 737 atau Airbus 320 menurut kami tidak bisa pada saat ini,” katanya.

IGAC 2015 yang digelar mulai 19 Agustus 2015 hingga 21 Agustus 2015 bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi maupun pengalaman terbaik di antara para pemegang kepentingan di sektor penerbangan dan energi.

“Tujuan tersebut merujuk pada segala upaya yang dilakukan untuk mengurangi emisi karbon melalui aksi-aksi yang diusulkan oleh organisasi penerbangan sipil internasional. Aksi penurunan emisi karbon juga telah diprogramkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui KP 201 tahun 2013,” katanya.

Konferensi ini diharapkan menghasilkan transfer pengetahuan dan informasi yang dapat mewujudkan kerjasama nyata dalam melaksanakan aksi-aksi penurunan emisi karbon di sektor penerbangan.

“IGAC 2015 ini akan fokus pada tiga program aksi yakni implementasi bahan bakar berbasis nabati untuk pesawat udara, implementasi skema perdagangan karbon, serta peningkatan prosedur operasi penerbangan,” katanya.

IGAC 2015 dihadiri 150 - 170 peserta dari dalam maupun luar negeri yang berasal dari operator pesawat udara, operator bandar udara, organisasi perawatan pesawat, sekolah penerbangan, otoritas penerbangan, asosiasi penerbangan, pemerintahan, produsen bahan bakar untuk pesawat udara. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AISI Minta Pemerintah Segera Berlakukan Aturan Emisi Baru

AISI Minta Pemerintah Segera Berlakukan Aturan Emisi Baru

Otomotif | Rabu, 21 Januari 2015 | 14:19 WIB

Standar Emisi Naik, Bahan Bakar Lebih Hemat

Standar Emisi Naik, Bahan Bakar Lebih Hemat

Otomotif | Sabtu, 15 November 2014 | 02:47 WIB

Terkini

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

×