Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Perjalanan Harga Minyak Dunia dari Harga USD 1 Perbarrel

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 21 Agustus 2015 | 06:03 WIB
Perjalanan Harga Minyak Dunia dari Harga USD 1 Perbarrel
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia saat ini di level terendah mencapai 41 dolar Amerika Serikat perbarrel. Namun dalam perjalanannya, harga minyak dunia mengalami pasang surut.

Di tahun 1970, harga minyak dunia dimulai dengan harga 1 dolar AS perbarrel. Saat itu sumber-sumber minyak melimpah di Timur Tengah. Permintaannya pun sedikit karena belum banyak produksi kendaraan. Sementara tahun 1973, harga minyak dunia naik menjadi 3 dolar AS perbarel. Alasannya karena ada perang Arab Saudi dan Israel.

"Konflik politik dan perang menyebabkan harga minyak dunia naik, karena konflik terjadi di kawasan produsen minyak. Sehingga, instalasi minyak di bom, suplay berkurang, tanki sudah lewat terusan Swez," kata Analis perekonomian dari Universitas Gajah Mada, Tony Prasetiantono di Kantor Bank Permata Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Kenaikan kembali terjadi 5 tahun lalu dikarenakan sebab yang sama, yaitu perang di Timur Tengah. Dua produsen minyak besar berperang, Iran dan Irak. Penaikan tertinggi berlangsung di antara tahun 1981 sampai 1982 karena puncak perang tersebut.

"Tahun 1986 perekonomian dunia membaik, perang mereda, dan permintaan minyak meningkat," lanjut dia.

Di tahun itu, terjadi oil glut atau banyak ditemukan sumur-sumur baru di negara-negara Non-APEC seperti Malaysia, Cina, Rusia, Australia dan Inggris. Membanjiri suplay minyak, dan harganya jatuhh ke 9 dolar AS perbarrel. Saat itu perekonomian Indonesia jatuh. Namun terselamatkan karena ekspor non migas, yaitu garmen dan kayu lapis.

Di tahun 1991, harga minyak merangkak naik sampai 41 dolar AS perbarrel. Lagi-lagi karena perang Irak dan Kuwait.

Di era tahun 2007, harga minyak awalnya stabil di kisaran 60 sampai 70 dolar AS perbarrel. Namun langsung naik menjadi 147 dolar perbarrel di Juli 2007.

"Ini karena spekulasi. Minyak dijadikan komoditas untuk spekulasi. Harga itu tidak masuk akal terlebih biasanya di musim summer deman minyak turun. Tapi ini naik. Diduga karena ada yang mainkan harga," kata Tony.

Saat harga minyak naik, inflasi Amerika Serikat tinggi. Sehingga mereka menaikan suku bunga Fed Found Rate (FFR) sampai 6,5 persen. Saat itu perkreditan tumbang. Industri otomotif dan mortgage turun. Tahun 2009 penjualan mobil di AS jatun sampai 9 juta unit pertahun. Biasaya rata-rata penjualan mobil mencapai 17 juta unit.

Setelah kondisi ekonomi Amerika berlahan membaik, Fed menurunkan suku bunga perlahan sebesar 0,25 poin. Saat ini suku bunga Fed hanya 0,25. "Ini bertahan sampai akhir ini. Padahal normalnya 2 persen," kata Tony.

Namun penurunan suku bunga Fed belum berhasil memperbaiki perekonomian AS. Akhirnya Amerika melakukan quantitative easing atau pencetakan uang.

Quantitative easing ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahun 2009 sebesar 1,6 triliun dolar, 2011 1,6 triliun dolar, dan 2013 80 miliar dolar. AS membeli aset-aset pemerintah yang berbarga. Taitu T-bons (obligasi pemerintah jangka panjang) dan T-bills (obligasi pemerintah jangka pendek).

"Quantitative easing ini biasanya mempengaruhi inflasi, tapi itu tidak berpengaruh di AS saat itu. Kenapa? Karena dolar yang beredar ada di seluruuh dunia, bukan cuma di Amerika," kata Tony.

Memasuki tahun 2014, harga minyak terus turun. Catatan Tony, Juni 2014 115 dolar AS perbarrel, Oktober 2014 80 dolar perbarrel, Desember 2014 66 dolar perbarel, April 2015 55 dolar perbarrel, dan saat ini harga minyak dunia bertahan di kisaran 41 dolar perbarel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Murahnya Minyak Dunia Pengaruhi Semangat Energi Terbarukan

Murahnya Minyak Dunia Pengaruhi Semangat Energi Terbarukan

News | Kamis, 20 Agustus 2015 | 15:50 WIB

Pasokan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Turun ke Titik Terendah

Pasokan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Turun ke Titik Terendah

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 08:47 WIB

Harga Minyak Dunia Ditutup Naik Tipis

Harga Minyak Dunia Ditutup Naik Tipis

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 07:06 WIB

Harga Minyak Dunia Sedikit Menguat Pagi Ini

Harga Minyak Dunia Sedikit Menguat Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2015 | 07:02 WIB

Harga Minyak Dunia Melorot Pagi Ini

Harga Minyak Dunia Melorot Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 06:16 WIB

Pasar Sedang Lesu, OPEC Malah Naikkan Proyeksi Permintaan Minyak

Pasar Sedang Lesu, OPEC Malah Naikkan Proyeksi Permintaan Minyak

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 00:26 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Ini Sebabnya

Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Ini Sebabnya

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 06:07 WIB

Harga Minyak Dunia Jatuh di Level 45 Dolar/Barel

Harga Minyak Dunia Jatuh di Level 45 Dolar/Barel

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2015 | 05:45 WIB

Harga Minyak Turun karena Aksi Jual

Harga Minyak Turun karena Aksi Jual

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2015 | 05:32 WIB

Shell Pecat 6.500 Pekerja Tahun Ini

Shell Pecat 6.500 Pekerja Tahun Ini

News | Kamis, 30 Juli 2015 | 15:46 WIB

Terkini

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:27 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB