Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Terus Melemah, Polisi Antisipati Peredaran Dolar Palsu

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 25 Agustus 2015 | 16:40 WIB
Rupiah Terus Melemah, Polisi Antisipati Peredaran Dolar Palsu
Ilustrasi uang dolar. (Shutterstock)

Suara.com - Polisi mengantisipasi potensi beredarnya uang palsu dolar Amerika Serikat di tanah air, di tengah tingginya nilai tukar mata uang tersebut terhadap rupiah. Antisipasi itu terus ditingkatkan untuk mencegah para spekulan yang bermain.

"Kami terus tingkatkan antisipasi uang palsu tersebut. Kemungkinan itu selalu ada," kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2015).

‎Dia menegaskan terus mengawasi potensi peredaran dolar palsu tersebut. Selain Polisi, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Bank Indonesia juga turut mengawasinya.

"Semua ikut mengawasi, BIN dan BI. Kami pasti memantau," ujarnya.

Menurutnya, kecil kemungkinan ada pihak yang membeli dolar di luar negeri dalam jumlah yang sangat besar. Kemudian membawa ke Indonesia. Pasalnya, setiap orang dibatasi membawa uang tunai dalam jumlah besar antar negara.

"Tidak bisa lah, karena ada aturannya. Kalau orang berangkat dan berada di luar negeri membawa uang USD10 ribu saja pasti dipertanyakan," terangnya.

Sebelumnya, ‎nilai tukar rupiah dalam transaksi antar bank di Jakarta pada Senin (24/8/) pagi melemah, bergerak turun 122 poin menjadi Rp14.038 per dolar AS dibandingkan posisi terakhir pekan lalu.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan nilai tukar dolar AS kembali menguat terhadap mayoritas mata uang Asia, Senin pagi menyusul kemungkinan The Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya bulan September.

"Meski masih ada keragu-raguan The Fed menaikkan suku bunga menyusul ekonomi global yang masih melambat, namun hal itu tetap mendorong pelaku pasar melakukan akumulasi dolar AS," katanya.

Ia berharap upaya Bank Indonesia untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah lebih dalam dengan beberapa kebijakannya mendapat respons positif dari pasar sehingga rupiah tidak tertekan lebih dalam. Bank Indonesia, menurut dia, melakukan intervensi di pasar valas untuk mengendalikan volatilitas rupiah serta melakukan pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder dengan tetap memperhatikan dampaknya pada ketersediaan SBN untuk pemasukan dan likuiditas pasar uang.

Selain itu, ia menjelaskan Bank Indonesia memperkuat pengelolaan likuiditas rupiah melalui Operasi Pasar Terbuka guna mengalihkan likuiditas ke tenor yang lebih panjang, menyesuaikan frekuensi lelang Foreign Exchange swap dari dua kali sepekan menjadi satu kali sepekan.

Bank Indonesia, ia melanjutkan, juga mengubah mekanisme lelang term deposit valas dari variable rate tender menjadi fixed rate tender, menyesuaikan harga dan memperpanjang tenor sampai tiga bulan, menurunkan batas pembelian valas, mewajibkan penggunaan Nomor Pokok Wajib Pajak, dan melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk memperkuat cadangan devisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belum Khawatir dengan Melemahnya Rupiah, Ini Alasan Menkeu

Belum Khawatir dengan Melemahnya Rupiah, Ini Alasan Menkeu

News | Sabtu, 22 Agustus 2015 | 02:05 WIB

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 06:30 WIB

Menhub Yakin Ekonomi Membaik Setelah Jokowi Pidato RAPBN 2016

Menhub Yakin Ekonomi Membaik Setelah Jokowi Pidato RAPBN 2016

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 13:28 WIB

Usai Melonjak Tinggi, Dolar Melemah Terhadap Uang Utama

Usai Melonjak Tinggi, Dolar Melemah Terhadap Uang Utama

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 06:29 WIB

Ketua DPR Ingatkan Pemerintah soal Naiknya Dolar Jelang Ramadan

Ketua DPR Ingatkan Pemerintah soal Naiknya Dolar Jelang Ramadan

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2015 | 20:38 WIB

Dolar AS Melemah Setelah Data Ekonomi AS Negatif

Dolar AS Melemah Setelah Data Ekonomi AS Negatif

Bisnis | Sabtu, 25 April 2015 | 07:09 WIB

Dolar Amerika Menguat, Mata Uang Tiga Negara Ini 'Tahan Banting'

Dolar Amerika Menguat, Mata Uang Tiga Negara Ini 'Tahan Banting'

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 14:27 WIB

Tren Penguatan Dolar

Tren Penguatan Dolar

Foto | Senin, 02 Februari 2015 | 18:30 WIB

Pengamat: Rupiah Melemah, Semua Transaksi Harus Standar Dolar

Pengamat: Rupiah Melemah, Semua Transaksi Harus Standar Dolar

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2014 | 19:42 WIB

Inilah Salah Satu Cara untuk Memperkuat Rupiah

Inilah Salah Satu Cara untuk Memperkuat Rupiah

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2014 | 18:21 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×