Badan Restrukturisasi Perbankan Masuk dalam RUU JPSK

Liberty Jemadu

Rabu, 26 Agustus 2015 | 00:17 WIB
Badan Restrukturisasi Perbankan Masuk dalam RUU JPSK
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di dampingi jajaran kementerian menggelar jumpa pers terkait RAPBN-P 2015 di Jakarta, Selasa (17/2) [suara.com/Kurniawan Mas'ud].

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan salah satu pasal dalam Rancangan Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (RUU JPSK) mengatur peran badan restrukturisasi perbankan untuk mengatasi krisis.

"Dalam kondisi tak normal dan terdapat masalah perbankan yang masif dan membahayakan ekonomi nasional, KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) dapat mengaktifkan badan restrukturisasi perbankan yang dibentuk dengan UU ini," kata Menkeu dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Dalam rapat kerja tersebut, pemerintah secara resmi mengajukan RUU JPSK kepada DPR, untuk dilakukan pembahasan dalam rapat panitia kerja (panja) yang dipimpin anggota Komisi XI M Prakosa, selama satu kali masa sidang hingga Oktober 2015.

Menkeu memastikan RUU JPSK juga memuat beberapa pasal terkait penanganan bank berdampak sistemik maupun yang tidak berdampak, sebagai upaya memelihara sistem keuangan dalam keadaan apapun, termasuk ketika terjadi suatu situasi yang tidak normal.

"Hadirnya UU JPSK memberikan kewenangan kepada otoritas terkait untuk menangani kondisi tidak normal dan atau permasalahan bank sistemik dalam memelihara stabilitas sistem keuangan," katanya.

RUU JPSK yang baru diajukan terdiri dari 12 bab dan 51 pasal yang mencakup asas, penyelenggaraan jaring pengaman sistem keuangan, komite stabilitas sistem keuangan serta pemantauan dan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan.

Selain itu, penanganan permasalahan stabilitas sistem keuangan, penanganan pemasalahan bank, insentif dan atau fasilitas dalam penanganan sistematik, pendanaan, pertukaran data dan informasi, akuntabilitas dan pelaporan, serta ketentuan lain-lain, peralihan dan penutup.

Secara keseluruhan, pokok-pokok pemikiran dan ruang lingkup JPSK meliputi koordinasi pemantauan dan pemeliharaan stabilistas sistem keuangan, penanganan kondisi tidak normal serta penanganan permasalahan bank, baik dalam kondisi keuangan stabil dan normal maupun tak normal.

Beberapa hal baru yang diajukan dibandingkan draf RUU JPSK lama antara dihilangkannya pasal imunitas, fokus penanganan krisis hanya terhadap sektor perbankan, penentuan bank berdampak sistemik dalam kondisi normal dan upaya minimal penggunaan dana publik dalam penyelamatan bank.

"Stabilitas sistem keuangan yang efektif menjadi penting setelah ada krisis 1998 dan 2008. Berangkat dari dua pengalaman tersebut perlu disusun RUU JPSK, sebagai landasan hukum kuat bagi otoritas maupun lembaga dalam menciptakan stabilitas sistem keuangan," kata Menkeu menegaskan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belum Khawatir dengan Melemahnya Rupiah, Ini Alasan Menkeu

Belum Khawatir dengan Melemahnya Rupiah, Ini Alasan Menkeu

News | Sabtu, 22 Agustus 2015 | 02:05 WIB

Dana Pemda Nganggur di Bank, Ini Sanksi dari Pemerintah Pusat

Dana Pemda Nganggur di Bank, Ini Sanksi dari Pemerintah Pusat

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Menkeu: Kami Tidak Tinggal Diam!

Rupiah Terus Melemah, Menkeu: Kami Tidak Tinggal Diam!

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 14:21 WIB

Belum Revisi APBN, Pemerintah Tunggu Tren Penurunan Harga Minyak

Belum Revisi APBN, Pemerintah Tunggu Tren Penurunan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 13:29 WIB

Perang Mata Uang Sebabkan Rupiah Terus Melemah

Perang Mata Uang Sebabkan Rupiah Terus Melemah

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 17:05 WIB

Menkeu: Neraca Perdagangan Terpengaruh Perkembangan Global

Menkeu: Neraca Perdagangan Terpengaruh Perkembangan Global

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2015 | 22:18 WIB

Pimpin Upacara HUT RI, Menkeu: Semoga Jadi Negara Maju

Pimpin Upacara HUT RI, Menkeu: Semoga Jadi Negara Maju

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2015 | 13:31 WIB

Subsidi Listrik Akan Dikurangi

Subsidi Listrik Akan Dikurangi

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 06:29 WIB

Menkeu: Asumsi RAPBN 2016 Sesuai Perkembangan Terkini

Menkeu: Asumsi RAPBN 2016 Sesuai Perkembangan Terkini

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 02:11 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Menkeu Sudah Lapor ke Jokowi

Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Menkeu Sudah Lapor ke Jokowi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2015 | 20:25 WIB

Terkini

4 Brightening Micellar Water, Anti-Ribet Angkat Kotoran dan Bikin Cerah

4 Brightening Micellar Water, Anti-Ribet Angkat Kotoran dan Bikin Cerah

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Komnas HAM Soroti Sejumlah Poin dalam Draf Revisi UU HAM

Komnas HAM Soroti Sejumlah Poin dalam Draf Revisi UU HAM

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Kementan Belum Tahu Berapa Luas Lahan Pertanian Terdampak Karhutla

Kementan Belum Tahu Berapa Luas Lahan Pertanian Terdampak Karhutla

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:33 WIB

TEN Resmi Jadi Duta Global, Kampanye Barunya Angkat Gaya Hidup Modern

TEN Resmi Jadi Duta Global, Kampanye Barunya Angkat Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Beban Eksternalitas MBDK pada Publik

Beban Eksternalitas MBDK pada Publik

Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Bercak Darah di Balik Pintu Warung, Cerita Horor Saksi Tawuran Maut Kebon Jeruk Tewaskan 1 Orang

Bercak Darah di Balik Pintu Warung, Cerita Horor Saksi Tawuran Maut Kebon Jeruk Tewaskan 1 Orang

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi

Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:15 WIB

LG Pimpin Pasar Mesin Cuci Front Loading, Andalkan AI untuk Pertahankan Konsumen

LG Pimpin Pasar Mesin Cuci Front Loading, Andalkan AI untuk Pertahankan Konsumen

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

×