Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Selasa Sore, Rupiah Masih di Atas Rp14 Ribu

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 01 September 2015 | 18:18 WIB
Selasa Sore, Rupiah Masih di Atas Rp14 Ribu
Gerai penukaran mata uang asing di Jakarta [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (1/9/2015) sore bergerak melemah sebesar 30 poin menjadi Rp14.097 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp14.067 per dolar AS.

"Data inflasi yang cukup stabil belum mampu menopang rupiah untuk kembali bergerak menguat, pelaku pasar masih menanti data ekonomi domestik lainnya seperti data neraca perdagangan Indonesia yang sedianya akan dirilis pada pertengahan bulan ini," kata Analis PT. Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta.

Ia mengharapkan data neraca perdagangan Indonesia periode Agustus mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya sehingga dapat menahan pelemahan rupiah lebih dalam.

BPS mencatat tingkat inflasi pada Agustus 2015 sebesar 0,39 persen, merupakan tingkat inflasi terendah pada bulan yang sama dalam enam tahun terakhir. Dengan inflasi pada Agustus tercatat 0,39 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2015 telah mencapai 2,29 persen dan inflasi secara tahunan (year on year) 7,18 persen.

Lukman Leong menambahkan bahwa masih adanya spekulasi kenaikan suku bunga the Fed pada September ini menambah sentimen bagi dolar AS untuk kembali melanjutkan penguatannya terhadap mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah.

"Sebagian pelaku pasar uang masih yakin the Fed akan menaikan suku bunga pada September ini," katanya

Ia mengemukakan bahwa Wakil Ketua Fed Stanley Fischer dalam simposium tahunan menyatakan inflasi Amerika Serikat cenderung meningkat, kondisi itu mendukung kenaikan suku bunga the Fed secara gradual.

Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar uang juga masih dibayangi oleh perlambatan ekonomi Cina, situasi itu bisa berdampak negatif terhadap perekonomian di negara kawasan Asia.

"Kekhawatiran atas kesehatan ekonomi Tiongkok memicu pasar keuangan negara berkembang dunia tertekan. Tiongkok akan menjadi fokus pada pekan ini, bersamaan dengan pernyataan The Fed mengenai suku bunganya," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp14.081 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp14.027 per dolar AS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masih "Wait and See," Rupiah Turun Jadi Rp14.072 Per Dolar AS

Masih "Wait and See," Rupiah Turun Jadi Rp14.072 Per Dolar AS

News | Selasa, 01 September 2015 | 10:53 WIB

Rupiah Terpuruk, Produsen Berbahan Kedelai Merugi

Rupiah Terpuruk, Produsen Berbahan Kedelai Merugi

News | Minggu, 30 Agustus 2015 | 06:25 WIB

Kebijakan Sektor Riil Angkat Rupiah, Menguat ke Posisi Rp 13.987

Kebijakan Sektor Riil Angkat Rupiah, Menguat ke Posisi Rp 13.987

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:21 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB