Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Menteri Perdagangan: Revitalisasi Pasar Dipercepat

Liberty Jemadu

Jum'at, 25 September 2015 | 03:25 WIB
Menteri Perdagangan: Revitalisasi Pasar Dipercepat
Ilustrasi pasar rakyat (Antara).

Suara.com - Pemerintah berencana mempercepat revitalisasi pasar rakyat agar memiliki peranan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional.

"Revitalisasi pasar rakyat punya banyak manfaat, seperti menggeliatkan perekonomian rakyat, memudahkan akses masyarakat ke sumber ekonomi, serta memperkuat basis ekonomi masyarakat daerah," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dalam siaran pers yang diterima, Kamis (25/9/2015).

Thomas mengatakan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Pasar Cipanas, Lebak, Banten. Selain itu, dia menambahkan bahwa revitalisasi pasar rakyat akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Thomas yang kerap disapa Tom, mengatakan pasar rakyat juga menjadi sarana perdagangan dan titik distribusi barang yang strategis dalam mengawal harga dan mengendalikan tekanan inflasi. Pada saat bersamaan, kehadiran pasar rakyat mampu mendorong revitalisasi sosial.

"Pasar rakyat menjadi sarana interaksi masyarakat karena di situ terjadi transaksi langsung. Bahkan, di beberapa daerah, pasar menjadi ruang publik yang efektif," ujar Tom.

Revitalisasi tersebut bukan hanya membangun fisik pasar saja, akan tetapi juga mencakup peningkatan manajemen. Untuk itu, tahun ini pemerintah menganggarkan dana sekitar Rp 1,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali pasar-pasar rakyat, utamanya di wilayah-wilayah tertinggal.

Tom juga berencana untuk mengarahkan terbangunnya pasar komoditas, yang program pengembangan pasar rakyat akan mempertimbangkan faktor potensi daerah.

Sebagai contoh, untuk daerah penghasil buah-buahan akan diarahkan fokus membangun pasar komoditas buah, dan dengan cara tersebut, diharapkan setiap daerah memiliki keunggulan dan daya saing tersendiri.

Selain itu, lanjut Tom, juga membangun sistem yang mampu menyatukan dan menghubungkan tren harga dan sisi pasokan maupun kebutuhan antar pasar.

"Dengan demikian gejolak harga barang dan ketidakseimbangan stok barang bisa ditekan," ujar Tom. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pulang Dari Dubai, Menteri Lembong Mau Bangun Gudang Pendingin

Pulang Dari Dubai, Menteri Lembong Mau Bangun Gudang Pendingin

Bisnis | Rabu, 16 September 2015 | 19:56 WIB

Ini Cerita Menteri Lembong soal Jokowi Populer di Timur Tengah

Ini Cerita Menteri Lembong soal Jokowi Populer di Timur Tengah

News | Rabu, 16 September 2015 | 19:11 WIB

Mau Maju, Tom Lembong: Jangan Selalu Buat Kebijakan Jangka Pendek

Mau Maju, Tom Lembong: Jangan Selalu Buat Kebijakan Jangka Pendek

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2015 | 15:48 WIB

Mendag: Impor Pangan Bertujuan Mengurangi Inflasi

Mendag: Impor Pangan Bertujuan Mengurangi Inflasi

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 05:18 WIB

Menteri Perdagangan Masih Takut Ngomong

Menteri Perdagangan Masih Takut Ngomong

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 13:02 WIB

Mendag: Pemerintah Sedang Bangun 675 Pasar

Mendag: Pemerintah Sedang Bangun 675 Pasar

Bisnis | Senin, 15 Juni 2015 | 00:17 WIB

Kemendag Butuh Rp1 Triliun Untuk Revitalisasi Pasar Rakyat

Kemendag Butuh Rp1 Triliun Untuk Revitalisasi Pasar Rakyat

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2014 | 01:02 WIB

Terkini

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:29 WIB

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:16 WIB

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:42 WIB

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:41 WIB

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:18 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:59 WIB

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB

×