Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Presiden Minta Menko Perekonomian Bikin Terobosan

Siswanto

Selasa, 29 September 2015 | 15:35 WIB
Presiden Minta Menko Perekonomian Bikin Terobosan
Presiden Joko Widodo berdialog dengan pedagang dan pengusaha beras serta pemilik penggilingan padi yang diundang di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9). (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perekonomian membuat langkah terobosan cepat dalam menyelesaikan kendala investasi terutama yang terkait dengan perizinan. 

"Langkah-langkah terbosan dan cepat, ini penting karena sesuai yang kita lihat di lapangan," ujar Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah menerima Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) yang menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan hambatan investasi. 

"Kita perlu lakukan langkah terobosan karena masih banyak kendala investasi di negara kita. Dimulai dari prosedur waktu perizinan sangat lama. Kendala di peraturan dikumpul satu persatu, bisa direvisi," ujar Presiden.

Untuk mendukung hal itu, proses pembebasan lahan harus ada terobosan kuat sehingga sinyal itu ditangkap dunia investasi.

Selain itu, pasokan listrik harus bisa dijelaskan kepada investor bahwa Indonesia sedang menargetkan penambahan pasokan listrik dalam jangka pendek.

"Harus bisa dipastikan. Kepastian sistem pengupahan dan ketenagakerjaan," kata Presiden Jokowi.

Dalam aspek kemudahan memulai dunia usaha, Indonesia menempati urutan keenam di ASEAN.

"Prosedur yang harus dilalui masih 10 prosedur. Singapura dan Malaysia hanya memerlukan tiga prosedur, berarti 70 persen harus dihilangkan," ujar Presiden.

Presiden juga membandingkan waktu yang dibutuhkan untuk memulai usaha di Indonesia yang masih 52,5 hari sedangkan Singapura hanya 2,5 hari dan Malaysia lima hari.

"Coba dicatat, malu kita. Semua harus segera kumpulkan hal berkaitan dengan perizinan. Betul-betul harus punya langkah konkrit yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh dunia usaha," tambah Jokowi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Hanya 5,3 Persen

Menkeu: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Hanya 5,3 Persen

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 05:04 WIB

Faisal Basri: Ekonomi Indonesia 2016 Bisa Tumbuh 5,4 Persen

Faisal Basri: Ekonomi Indonesia 2016 Bisa Tumbuh 5,4 Persen

Bisnis | Kamis, 17 September 2015 | 02:46 WIB

Istana: Perekonomian Belum Krisis, Hanya Melambat

Istana: Perekonomian Belum Krisis, Hanya Melambat

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 13:00 WIB

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2015 Cuma 4,9 Persen

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2015 Cuma 4,9 Persen

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 13:20 WIB

Menkeu: Asumsi Pertumbuhan 2016 Lihat Dinamika Global

Menkeu: Asumsi Pertumbuhan 2016 Lihat Dinamika Global

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 16:46 WIB

Terkini

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:19 WIB

Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang

Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:11 WIB

×