Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Diminta Pangkas BI Rate, Ini Kata BI

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 30 September 2015 | 16:54 WIB
Diminta Pangkas BI Rate, Ini Kata BI
Gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (12/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Deputi Gubernu Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) tidak akan memangkas BI Rate jika kondsi nilai tukar rupiah masih dalam kondisi yang tidak stabil.

Jika BI menurunkan suku bunga acuannya, perbankan justru menaikan bunga deposito di saat BI rate turun. Ini berdampak pada peningkatan bunga kredit agar margin bank tetap terjaga.

Hal ini terkait pernyataan para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang meminta BI Rate tidak ditahan lagi karena ditahan pun rupiah terus melemah.

"Jadi jangan berpikir kalau BI Rate turun lantas semua aman, itu tidak. Karena perbankan malah menaikkan bunga deposito mereka, jadi dampaknya bunga kredit naik. Kita kan menjaga agar margin bank itu tetap dijalur aman," katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (30/9/2015).

Mirza menjelaskan jika BI Rate turun, perbankan pasti akan menaikan bunga deposito. Hal ini dilakukan supaya nasabah untuk melakukan konversi mata uang dalam bentul dolar.

"Harapan BI rate turun bisa turunkan bunga deposito, tapi kalau orang banyak konversi ke dolar AS, malah bank bisa naikkan bunga deposito karena tidak ingin nasabah makin banyak konversi," katanya.

Menurut Mirza, stabilisasi nilai tukar rupiah lebih penting saat ini ketimbang menurunkan suku bunga. Pasalnya, ketika BI rate turun, belum tentu perbankan akan menurunkan bunga deposito dan kreditnya.

"Bukan berarti semua turun, belum tentu. Kalau bunga deposito turun, harus semua stabil dahulu. Harus dipahami oleh semua teman pengusaha dan politisi, stabilisasi lebih penting saat ini," ungkapnya.

Untuk menurunkan suku bunga BI Rate tidak hanya berpatokan pada inflasi yang turun seperti yang dikatakan oleh pengusaha. Hal ini juga harus mempertimbangkan kondisi perekonomian global.

Menurutnya, saat ini sangat tidak tepat jika BI menurunkan suku bunganya lantaran kondisi perekonomian global sedang tidak stabil yang mempengaruhi kepada nilai tukar rupiah.

"Kita perlu mendorong ada ruang itu. Karena kondisi global seperti ini risiko besar. Jadi mengenai kebijakan ini, tidak hanya tekan pada Rupiah saja. Tapi perlu adanya langkah stabilisasi dari sisi nilai tukar. Bagi masyarakat awam dan pengusaha harus paham bahwa ini tidak hanya soal suku bunga tapi ada The Fed yang akan menaikkan suku bunganya," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Trik Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Trik Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 16:36 WIB

BI Keluarkan Paket Kebijakan Lanjutan Stabilisasi Rupiah

BI Keluarkan Paket Kebijakan Lanjutan Stabilisasi Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 15:52 WIB

Rp14.651, Rupiah Pagi ini

Rp14.651, Rupiah Pagi ini

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 10:35 WIB

Rupiah Melemah Picu Dampak Berantai

Rupiah Melemah Picu Dampak Berantai

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 19:26 WIB

Rupiah Terus Melemah, Fraksi PDIP Desak Audit Kinerja BI

Rupiah Terus Melemah, Fraksi PDIP Desak Audit Kinerja BI

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 19:18 WIB

Suku Bunga Acuan Belum Pasti, Rupiah Melemah ke Rp14.685

Suku Bunga Acuan Belum Pasti, Rupiah Melemah ke Rp14.685

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 10:44 WIB

Sesi Penutupan Senin, Rupiah Menguat Tipis Rp14.646

Sesi Penutupan Senin, Rupiah Menguat Tipis Rp14.646

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 18:12 WIB

Mendag: Negara ASEAN Harus Bersatu Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Mendag: Negara ASEAN Harus Bersatu Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 13:43 WIB

Mendag Sebut Daya Saing Lemah Jadi Penyebab Anjloknya Rupiah

Mendag Sebut Daya Saing Lemah Jadi Penyebab Anjloknya Rupiah

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 12:39 WIB

Rupiah Terus Melemah, Mendag: Butuh Penanganan Serius

Rupiah Terus Melemah, Mendag: Butuh Penanganan Serius

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 11:32 WIB

Terkini

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:21 WIB

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB