INDEF Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 07 Oktober 2015 | 16:17 WIB
INDEF Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah
Rupiah terpuruk [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance Iman Sugema menilai terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir ini lebih banyak disebabkan oleh dua faktor internal yang membuat rupiah sulit menguat.

"Sebenarnya ini bukan fenomena baru. Karena kita pernah juga mengalami krisis rupiah pada 2008-2009, tapi ini penyebabnya eksternal jadi tidak terlalu dalam, pemulihannya juga cepat. Nah kalau sekarang nggak bisa nyalahin faktor eksternal, karena ini masalahnya dari internal sendiri," kata Iman saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Iman mengungkapkan faktor internal yang membuat kondisi nilai tukar rupiah yang melemah, pertama lantaran adanya defisit migas yang sudah terjadi sejak September 2011.

"Neraca perdagangan minyak kita sebelum sekarang ini selalu surplus, sekarang malah selalu defisit. Sejak 2011 mulai defisit. Ini merupakan fenomena baru, dan angkanya semakin membesar saat ini. Inilah yang membuat rupiah sulit bangkit di kisaran Rp8-12 ribu," katanya.

Kedua, kondisi tersebut diperparah oleh strategi Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar rupiah yang tidak tepat.

"Yang kedua lebih ke sialnya BI salah strategi atau lalai dalam menjaga nilai tukar rupiah. Hal ini semakin memperburuk kondisi rupiah," katanya.

Ia menjelaskan kesalahan strategi yang diambil BI terkait saat Balance of Payment menunjukkan positif yang seharusnya rupiah menguat, namun malah membuat rupiah melemah.

"Contoh, pada kuartal III tahun 2014 kita mengalami surplus 6 miliar, tapi saat itu kondisi rupiah kita terus melemah, kenapa, karena saat itu BI terlalu banyak menarik dolar jadi cadangan devisa sehingga dolarnya tidak ada. Ini kalau di politik, ini bisa dikriminalkan, ini lebih parah dari korupsi. Makanya ini dibilang BI salah strategi. Kalau BOP-nya naik rupiah kita bisa naik kalau BI enggak narik dolar banyak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Menguat di Level 14.200, Menkeu: Isu The Fed Mulai Mereda

Rupiah Menguat di Level 14.200, Menkeu: Isu The Fed Mulai Mereda

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 19:38 WIB

Terkini

Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran

Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:49 WIB

Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026

Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:28 WIB

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:59 WIB

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30 WIB

Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:07 WIB

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:01 WIB

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:51 WIB

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:32 WIB

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:16 WIB

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:52 WIB