Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

INDEF Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 07 Oktober 2015 | 16:17 WIB
INDEF Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah
Rupiah terpuruk [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance Iman Sugema menilai terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir ini lebih banyak disebabkan oleh dua faktor internal yang membuat rupiah sulit menguat.

"Sebenarnya ini bukan fenomena baru. Karena kita pernah juga mengalami krisis rupiah pada 2008-2009, tapi ini penyebabnya eksternal jadi tidak terlalu dalam, pemulihannya juga cepat. Nah kalau sekarang nggak bisa nyalahin faktor eksternal, karena ini masalahnya dari internal sendiri," kata Iman saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Iman mengungkapkan faktor internal yang membuat kondisi nilai tukar rupiah yang melemah, pertama lantaran adanya defisit migas yang sudah terjadi sejak September 2011.

"Neraca perdagangan minyak kita sebelum sekarang ini selalu surplus, sekarang malah selalu defisit. Sejak 2011 mulai defisit. Ini merupakan fenomena baru, dan angkanya semakin membesar saat ini. Inilah yang membuat rupiah sulit bangkit di kisaran Rp8-12 ribu," katanya.

Kedua, kondisi tersebut diperparah oleh strategi Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar rupiah yang tidak tepat.

"Yang kedua lebih ke sialnya BI salah strategi atau lalai dalam menjaga nilai tukar rupiah. Hal ini semakin memperburuk kondisi rupiah," katanya.

Ia menjelaskan kesalahan strategi yang diambil BI terkait saat Balance of Payment menunjukkan positif yang seharusnya rupiah menguat, namun malah membuat rupiah melemah.

"Contoh, pada kuartal III tahun 2014 kita mengalami surplus 6 miliar, tapi saat itu kondisi rupiah kita terus melemah, kenapa, karena saat itu BI terlalu banyak menarik dolar jadi cadangan devisa sehingga dolarnya tidak ada. Ini kalau di politik, ini bisa dikriminalkan, ini lebih parah dari korupsi. Makanya ini dibilang BI salah strategi. Kalau BOP-nya naik rupiah kita bisa naik kalau BI enggak narik dolar banyak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Menguat di Level 14.200, Menkeu: Isu The Fed Mulai Mereda

Rupiah Menguat di Level 14.200, Menkeu: Isu The Fed Mulai Mereda

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 19:38 WIB

Terkini

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:47 WIB

Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi

Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:32 WIB

LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:20 WIB

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB