Nilai Ekspor Kerajinan Perak Bali Naik 189 Persen

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Minggu, 18 Oktober 2015 | 09:48 WIB
Nilai Ekspor Kerajinan Perak Bali Naik 189 Persen
Kerajinan, Perhiasan

Suara.com - Bali mengekspor aneka jenis perhiasan berbahan baku perak senilai 416.756,97 dolar AS selama delapan bulan periode Januari-Agustus 2015, meningkat 189,89 persen dibanding priode yang sama tahun sebelumnya hanya 143.765,33 dolar AS.

"Dari segi volume pengiriman aneka jenis perhiasan itu meningkat 323,89 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Made Suastika di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan, perhiasan dari bahan baku perak yang menembus pasaran luar negeri sebanyak 199.079 unit selama delapan bulan pertama 2014 meningkat menjadi 843.867 unit pada kurun waktu yang sama 2015.

Aneka jenis perhiasan berbahan baku perak itu mampu memberikan kontribusi sebesar 0,13 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 314,07 juta dolar AS.

Made Suastika menambahkan, perhiasan bahan baku perak itu menembus pasaran Hong Kong yang mencapai 21,37 persen, menyusul Australia 19,56 persen, Singapura 19,55 persen, Amerika Serikat 8,69 persen, Jepang 6,06 persen dan Spanyol 1,63 persen.

Selain itu juga menembus pasaran Belanda 6,97 persen, Thailand 8,04 persen, Jerman 2,61 persen dan Perancis 0,45 persen serta 5,06 persen sisanya menembus berbagai negara lainnya.

Made Parsua, seorang perajin sekaligus pengusaha kerajinan perak di Celuk, Kabupaten Gianyar menambahkan, pihaknya menciptakan beraneka ragam aksesoris untuk pasaran ekspor maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

Aksesoris berbahan baku perak dikombinasikan dengan emas, kulit diproduksi berupa berbagai bentuk kalung, gelang maupun jenis bunga cempaka, burung, kupu-kupu yang disesuaikan dengan selera anak-anak muda zaman sekarang.

Ia yang memiliki sekitar 20 tenaga kerja terampil itu meluangkan waktu untuk memproduksi aneka barang kebutuhan konsumen mancanegara yang berlibur ke Bali dengan desain (rancangan) yang disesuaikan selera turis dengan harga terjangkau.

Perajin dan usaha kecil harus berusaha keras dalam menghadapi persaingan yang ketat dengan bermunculan toko-toko seni yang menjajakan aneka barang kerajinan "oleh-oleh khas Bali" yang tersebar di berbagai lokasi di Bali.

Wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali hingga kini masih memiliki kesan belum terasa ke Bali sebelum sempat singgah ke pusat perkampungan turis di Ubud maupun Sukawati, pusat kerajinan perak untuk mendapatklan cinderamata sesuai yang diinginkan.

Made Persua menjelaskan, pihaknya juga melayani pesanan dari pedagang yang menjual perhiasan perak di sejumlah pasar seni di daerah ini termasuk di kawasan wisata Sukawati, disamping dari rekan bisnisnya di luar negeri.

Perhiasan perak yang biasa dipakai wisatawan asing saat berlibur di Bali, juga diminati pelancong nusantara untuk dibeli, disamping sebagai oleh-oleh kepada teman-temannya sebagai tanda yang bersangkutan pernah ke Bali, ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Melorot

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Melorot

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 12:11 WIB

Devisa Hasil Kerajinan Bali Turun 13 Persen

Devisa Hasil Kerajinan Bali Turun 13 Persen

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2015 | 09:45 WIB

Bali Raup 32,32 Juta Dolar AS Ekspor Patung dan Cendera Mata

Bali Raup 32,32 Juta Dolar AS Ekspor Patung dan Cendera Mata

Bisnis | Minggu, 10 Agustus 2014 | 09:32 WIB

Separuh Hasil Kerajinan Patung Bali Diekspor ke Jepang

Separuh Hasil Kerajinan Patung Bali Diekspor ke Jepang

Bisnis | Rabu, 05 Maret 2014 | 10:59 WIB

Terkini

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:01 WIB

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB