Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

DPR: Impor Beras Bukti Pemerintah Abai terhadap Petani Lokal

Siswanto | Suara.com

Minggu, 18 Oktober 2015 | 19:17 WIB
DPR: Impor Beras Bukti Pemerintah Abai terhadap Petani Lokal
Serikat Petani Pasundan berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepastian pemerintah akan melakukan impor beras semakin mendekati kenyataan, hal ini ditegaskan oleh pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 35 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (17/10/2015) lalu.

Kondisi ini, menurut anggota DPR RI Komisi IV, Rofi Munawar, semakin menegaskan pemerintah abai terhadap harapan petani untuk tidak melakukan importasi untuk secara serius menyerap hasil produksi mereka.

“Sepanjang satu tahun ini kita menyaksikan dibidang pangan janji pemerintah datang silih berganti, namun realisasinya jauh dari harapan dan kenyataan. Bersama dengan itu, ironisnya di hari pangan sedunia pemerintah menegaskan akan melakukan impor beras sebanyak satu juta ton dari Vietnam,” kata Rofi Munawar dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Minggu (18/10/2015).

Kebijakan impor, katanya, mengonfirmasi sebuah pemberitaan dari media Vietnam, The Saigon Times, dua pekan lalu yang mengabarkan pemerintah Vietnam memenangkan kontrak untuk memasok satu juta ton beras ke Indonesia. Beras tersebut akan dikirim selama enam bulan, yaitu mulai Oktober ini hingga Maret tahun depan. Pada laman itu Direktur Thinh Phat Co Ltd Lam Anh Tuan menyebutkan, beras untuk Indonesia terdiri dari 750 ribu ton dengan kualitas patahan 15 persen dan 250 ribu ton beras dengan patahan lima persen atau beras premium.

Rofi menyesalkan langkah pemerintah melakukan impor beras, dilakukan dengan proses yang tidak transparan dan terencana menjelang masa panen.

Padahal, katanya, seharusnya pemerintah berkonsultasi dengan DPR dan berkoordinasi dengan petani sebelum melakukan kebijakan strategis seperti impor beras, namun apa yang terjadi justru seperti ditutup-tutupi dan tidak berdasarkan data yang akurat.

Legislator asal Jawa Timur ini menegaskan pemerintah seakan menafikan data dari Badan Pusat Statistik yang memprediksi angka produksi padi pada 2015 akan meningkat 6,64 persen atau sebanyak 75,55 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika merujuk berdasarkan data BPS, kata dia, ini merupakan angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan panen raya padi jenis Ciherang di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (29/9/2015) sesumbar bahwa dipastikan produksi gabah melimpah dan stok beras nasional sampai akhir tahun 2015 aman.

“Kenaikan produksi padi yang telah diprediksi tersebut ternyata tidak mampu diserap secara maksimal oleh Bulog sebagai stok potensial cadangan beras nasional. Saat ini justru kondisinya berkebalikan dari apa yang telah ditetapkan pemerintah, alih-alih meningkatkan cadangan beras nasional dari petani lokal yang ada justru melakukan impor beras secara besar-besaran,” kata Rofi.

Importasi beras dari Vietnam ini menunjukkan bahwa strategi manajemen stok nasional pemerintah lemah dan insentif produksi yang tidak tepat sasaran. Padahal selama ini pemerintah sangat optimis dengan kegiatan seperti upaya khusus dalam peningkatan pertanian khususnya beras dan tanaman pangan, serta ketepatan waktu dalam penyediaan bibit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bea Cukai Riau Gagalkan Penyelundupan 190 Ton Beras

Bea Cukai Riau Gagalkan Penyelundupan 190 Ton Beras

News | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 02:07 WIB

Harga Beras di Lampung Merangkak Naik

Harga Beras di Lampung Merangkak Naik

News | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 08:16 WIB

Jokowi Undang Pengusaha Beras

Jokowi Undang Pengusaha Beras

Foto | Senin, 28 September 2015 | 17:41 WIB

Presiden Jokowi Makan Siang Bersama Pedagang Beras di Istana

Presiden Jokowi Makan Siang Bersama Pedagang Beras di Istana

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 15:08 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB