Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Pengampunan Pajak Akan Sia-Sia

Adhitya Himawan

Kamis, 29 Oktober 2015 | 15:25 WIB
Pengampunan Pajak Akan Sia-Sia
Sejumlah wajib pajak menunjukkan bukti pengambilan Tanda Nomor kendaraan Bermotor (TNKB) usai membayar pajak kendaraan bermotor . (Antara)

Suara.com - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance Enny Sri Hartati meyakini kebijakan pemerintah memberikan pengampunan pajak dengan harapan mendongkrak penerimaan negara dari pajak akan sia-sia. Seharusnya langkah yang dilakukan pemerintah adalah fokus melakukan reformasi administrasi dan birokrasi perpajakan.

Enny tidak setuju dengan rencana pemerintah untuk menerapkan amnesty pajak (pengampunan pajak). Menurutnya langkah ini hanya akan membuat rencana pemerintah mendongrak penerimaan negara dari pajak cuma efektif untuk setahun pertama. "Lebih dari itu tidak akan banyak membantu dan praktik lama penghindaran pajak akan terjadi lagi karena akar masalahnya belum selesai," kata Enny saat dihubungi oleh Suara.com, Kamis (29/10/2015).

Ia mendesak pemerintah benar-benar serius melakukan reformasi administrasi dan biroksasi di institusi pemerintah yang terkait perpajakan . Sebab memang disinilah akar persoalan yang sebenarnya. "Kalau ini dilakukan, penerimaan negara lewat pajak barulah akan mengalami peningkatan signifikan," pungkas Enny.

Wacana pengampunan pajak pernah diungkapkan oleh Luhut Panjaitan, Menko Polhukam. Luhut menegaskan pengampunan pajak akan membawa dua keuntungan pokok, yakni mengembalikan uang ke dalam negeri, dan meningkatkan tax ratiodari 11% ke 13-14%. Luhut optimistis, jika kebijakan ini berjalan, maka cadangan devisa akan melonjak dan pembangunan dapat dilakukan lebih masif. Melalui pengampunan pajak, negara menghapuskan utang pokok berikut sanksi administrasi yang terutang selama ini. Biasanya, wajib pajak hanya diwajibkan membayar 5% dari utang pokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Didesak Transparan soal Pajak Tambang

Pemerintah Didesak Transparan soal Pajak Tambang

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2015 | 04:30 WIB

Protes Tagihan Pajak, Ahmed Nekat Bakar Diri

Protes Tagihan Pajak, Ahmed Nekat Bakar Diri

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 16:15 WIB

Penerimaan Pajak Hingga September Capai 53,02 Persen

Penerimaan Pajak Hingga September Capai 53,02 Persen

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 03:21 WIB

Messi Bebas, Ayahnya Terancam Masuk Bui Terkait Penggelapan Pajak

Messi Bebas, Ayahnya Terancam Masuk Bui Terkait Penggelapan Pajak

Bola | Rabu, 07 Oktober 2015 | 06:15 WIB

Terbukti Menggelapkan Pajak, Harta Bintang Barcelona Dibekukan

Terbukti Menggelapkan Pajak, Harta Bintang Barcelona Dibekukan

Bola | Sabtu, 26 September 2015 | 07:55 WIB

Kasus Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp577 Miliar

Kasus Faktur Pajak Fiktif, Negara Rugi Rp577 Miliar

News | Rabu, 23 September 2015 | 05:15 WIB

Sejumlah Pihak Tolak RUU Pertembakauan, Dukung Cukai Rokok Naik

Sejumlah Pihak Tolak RUU Pertembakauan, Dukung Cukai Rokok Naik

News | Selasa, 15 September 2015 | 05:19 WIB

Setelah PBB di Bawah 1 M Bebas, Ahok Genjot Pajak Hotel

Setelah PBB di Bawah 1 M Bebas, Ahok Genjot Pajak Hotel

News | Rabu, 09 September 2015 | 15:42 WIB

Prabowo Minta Pajak Bangunan di Atas Rp1 Miliar Dibebaskan

Prabowo Minta Pajak Bangunan di Atas Rp1 Miliar Dibebaskan

News | Rabu, 09 September 2015 | 12:57 WIB

Tahun Depan, Ahok Akan Bebaskan Warga DKI dari PBB

Tahun Depan, Ahok Akan Bebaskan Warga DKI dari PBB

News | Selasa, 08 September 2015 | 13:09 WIB

Terkini

Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru

Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:36 WIB

128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan

128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:33 WIB

Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026

Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:57 WIB

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:33 WIB

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:35 WIB

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:40 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

×