ITRC Sepakat Dongkrak Penggunaan Karet Alam Dalam Negeri

Adhitya Himawan

Kamis, 03 Desember 2015 | 20:58 WIB
ITRC Sepakat Dongkrak Penggunaan Karet Alam Dalam Negeri
Ilustrasi petani karet (Shutterstock)

Suara.com - Negara-negara anggota International Tripartite Rubber Council (ITRC) sepakat untuk meningkatkan penggunaan karet alam di dalam negeri dikarenakan jatuhnya harga komoditas tersebut dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

"Tren harga karet alam tidak kondusif dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, dan akan menjadi tantangan. Ketiga negara sepakat untuk melanjutkan penggunaan karet alam di dalam negeri," kata Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Thomas mengatakan selain mengantongi kesepakatan untuk meningkatkan penggunaan karet alam di dalam negeri, anggota ITRC seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand juga sepakat untuk melanjutkan riset dan pengembangan untuk memperluas penggunaan karet alam.

Ketiga negara tersebut, melakukan The Ministerial Committee Meeting of the International Tripartite Rubber Council yang dihadiri oleh Thomas, Menteri Pertanian dan Koperasi Thailand Chatchai Sarikulya, dan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditi Malaysia Datuk Amar Douglas Uggah Embas.

Menurut Thomas yang kerap disapa Tom tersebut, dalam pertemuan tingkat menteri tersebut juga dibahas tentang komitmen Vietnam untuk bergabung ke, dimana Vietnam akan bergabung sebagai partner strategis dalam ITRC.

"Dalam surat dari Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Perdesaan Vietnam, menyatakan bahwa Vietnam berkomitmen untuk bergabung dengan ITRC sebagai partner strategis," ujar Tom.

Selain itu, lanjut Tom, para menteri juga menyadari atas pentingnya inovasi dalam penggunaan karet alam. Oleh karena itu, menteri-menteri anggota ITRC menginstruksikan untuk meluncurkan kompetisi global untuk ide kreatif dalam penggunaan karet alam.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, mengatakan saat ini harga karet alam sudah dianggap sangat rendah dimana biaya produksi dan harga jual hampir sama.

Saat ini, harga karet alam berkisar pada angka 1,2 dolar Amerika Serikat per kilogram. Sementara harga yang dianggap ideal dan pernah dicapai adalah pada kisaran harga 4,9 dolar AS per kilogram pada 2012.

"Tidak lagi memberikan keuntungan yang berarti bagi para petani. Tiga negara ini sudah berusaha untuk mencari jalan penggunaan karet alam. Indonesia tengah melakukan koordinasi kementerian dan kita mengusulkan untuk adanya Inpres," kata Bachrul.

Bachrul menjelaskan, pembahasan Instruksi Presiden sudah masuk dalam tingkat menteri koordinator perekonomian, dan setelah selesai nanti akan diusulkan ke Presiden Joko Widodo untuk ditandatangani. Inpres tersebut nantinya akan bisa meningkatkan penyerapan karet alam di dalam negeri.

"Setelah ditandatangani, maka proyek pemerintah bisa menggunakan karet alam seperti untuk pembuatan jalan tol, pembuatan bendungan yang banyak menggunakan karet," ujar Bachrul.

Menurut Bachrul, nantinya, dengan adanya Inpres tersebut maka akan ada peningkatan penggunaan karet alam dari dalam negeri. Dengan perkiraan dalam satu tahun bisa menyerap kurang lebih sebanyak 100.000 ton untuk di Indonesia saja.

"Untuk tiga negara, dalam satu tahun itu bisa mencapai 300.000 ton. Dan target untuk dikeluarkannya Inpres tersebut bisa tahun 2015, saat ini sudah memasuki tahapan final,' ujar Bachrul.

Pada awal tahun 2015 lalu, pemerintah juga telah berencana untuk meningkatkan penyerapan karet alam di dalam negeri. Penyerapan karet alam tersebut akan diperuntukkan bagi beberapa proyek infrastruktur nasional seperti dock fender dalam program pembangunan fasilitas pelabuhan, bahan campuran aspal jalan, rubber pads rel kereta api dan bantalan jembatan, dan lainnya.

Selain untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional, juga akan diterapkan kepada produk-produk berbasis karet alam lainnya yang dapat dikembangkan di dalam negeri yaitu karpet untuk sapi (cow mat), genteng karet, paving block, bearing bangunan anti gempa, penguatan tebing, kasur lateks, dan banyak lainnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun

Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Surplus Dagang RI Tembus US$7,25 Miliar, Kemendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Surplus Dagang RI Tembus US$7,25 Miliar, Kemendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Trotoar Karet 'Disulap' Jadi Parkiran Liar, Dishub Turun Tangan Cabut Ratusan Pentil Motor

Trotoar Karet 'Disulap' Jadi Parkiran Liar, Dishub Turun Tangan Cabut Ratusan Pentil Motor

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Harga Acuan Emas Ambles, Investor Mulai Beralih ke Obligasi

Harga Acuan Emas Ambles, Investor Mulai Beralih ke Obligasi

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Penumpang Melonjak, KAI Percepat Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru

Penumpang Melonjak, KAI Percepat Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Lartas Impor, Kemendag Bilang Begini

Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Lartas Impor, Kemendag Bilang Begini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:46 WIB

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 18:20 WIB

Cara Membersihkan Silikon Karet Tupperware yang Berjamur Hitam, Pakai Sabun hingga Baking Soda

Cara Membersihkan Silikon Karet Tupperware yang Berjamur Hitam, Pakai Sabun hingga Baking Soda

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 10:40 WIB

Nekat Seberangi Rel, Pejalan Kaki Tertemper KRL di Dekat Stasiun Karet

Nekat Seberangi Rel, Pejalan Kaki Tertemper KRL di Dekat Stasiun Karet

News | Senin, 21 September 2026 | 18:50 WIB

Cara Mengatasi Karet Pintu Kulkas Longgar agar Kembali Rapat, Bisa Pakai Air Hangat

Cara Mengatasi Karet Pintu Kulkas Longgar agar Kembali Rapat, Bisa Pakai Air Hangat

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:08 WIB

Terkini

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×