Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Studi: Warga Asia Timur dan Pasifik Menua Lebih Cepat

Liberty Jemadu | Suara.com

Rabu, 09 Desember 2015 | 18:34 WIB
Studi: Warga Asia Timur dan Pasifik Menua Lebih Cepat
Ilustrasi warga berusia lanjut (Shutterstock).

Suara.com - Warga di Asia Timur Pasifik rupanya menua lebih cepat dari rata-rata penduduk lain di Bumi, demikian wanti-wanti Bank Dunia pada Rabu (9/12/2015). Bank Dunia mengatakan fenomena ini bisa mengancam pertumbuhan perekonomian dunia.

Kawasan yang membentang dari Myanman dan Cina hingga ke Jepang, Papua Nugini, dan Kepulauan Pasifik itu kini adalah rumah dari sepertiga populasi dunia yang berusia di atas 65 tahun. Total warga usia lanjut di kawasan ini sekitar 211 juta orang.

Pertambahan penduduk berusia lanjut diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Asia Timur Pasifik, kawasan yang dalam dua dekade terakhir bertumbuh sangat cepat.

Ancaman ini kian nyata karena tingginya harapan hidup tak diimbangn oleh angka kelahiran yang turun drastis. Dengan demikian, layanan publik di kawasan ini akan mendapatkan tekanan lebih kuat dan akan terjadi krisis tenaga kerja.

"Kawasan ini telah mengalami transisi demografi yang paling dramatis dalam sejarah," kata Axel van Trotseburg, wakil presiden Bank Dunia divisi Asia Timur dan Pasifik.

"Semua negara sedang berkembang di kawasan ini berisiko menua sebelum bisa menikmati kekayaannya," imbuh dia.

Negara dengan tingkat penuaan paling cepat adalah Cina, negeri yang dihuni oleh 130 juta warga di atas usia 65 tahun. Tetapi menurut Bank Dunia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam juga mengalami masalah yang sama.

Negara industri seperti Jepang dan Korea Selatan bahkan sudah berdekade-dekade menjadi rumah dari mayoritas penduduk usia lanjut.

Sementara negara yang lebih miskin seperti Laos, Kamboja, dan Filipina baru akan mengalami masalah transisi demografi ini dalam dua dekade mendatang.

Laporan itu juga menegaskan bahwa sebagian besar negara Asia belum memiliki sistem kesehatan yang siap merawat para manula. Ini diperparah dengan kurangnya tenaga kerja muda yang lebih produktif.

Karenanya Bank Dunia mendesak negara-negara di kawasan ini untuk lebih fokus berinvestasi dan membangun sistem yang mendukung tumbuh kembang anak, pendidikan, kesehatan, dan sistem pensiun untuk mengantisipasi ledakan demografi.

Laporan ini merekomendasikan agar negara-negara di Asia Timur dan Pasifik melakukan sejumlah reformasi, termasuk mendorong agar semakin banyak perempuan yang masuk ke dunia kerja. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Bisa Kekurangan Tenaga Kerja Saat MEA Berlaku

Indonesia Bisa Kekurangan Tenaga Kerja Saat MEA Berlaku

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 12:12 WIB

Penduduk Dunia Bakal Capai 11 Miliar Orang Pada 2100

Penduduk Dunia Bakal Capai 11 Miliar Orang Pada 2100

News | Jum'at, 19 September 2014 | 15:17 WIB

Ramalan Ilmuwan AS: Manusia akan Menjadi Kanibal

Ramalan Ilmuwan AS: Manusia akan Menjadi Kanibal

Tekno | Jum'at, 23 Mei 2014 | 16:36 WIB

Terkini

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:08 WIB

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:29 WIB

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:50 WIB

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:43 WIB

WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%

WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:29 WIB

Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I

Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:02 WIB

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:29 WIB

Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi

Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:11 WIB