Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Yuan Jadi Mata Uang Internasional, Eksportir Indonesia Untung

Adhitya Himawan | Suara.com

Minggu, 13 Desember 2015 | 17:52 WIB
Yuan Jadi Mata Uang Internasional, Eksportir Indonesia Untung
Ilustrasi mata uang Yuan. (Shutterstocks)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa jika internasionalisasi yuan segera terwujud maka akan berdampak positif bagi dunia usaha, khususnya kalangan eksportir.

"Bagi Indonesia, ini merupakan kabar yang harus disambut baik karena keputusan Dana Moneter Internasional (IMF) itu berdampak positif bagi kinerja perdagangan Indonesia, khususnya dengan Tiongkok," kata Kepala Perwakilan BI Jatim Benny Siswanto ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (13/12/2015).

Ia mengatakan, Indonesia memiliki volume perdagangan yang besar dengan Tiongkok dengan nilai impor Indonesia dari Tiongkok mencapai Rp30 miliar dolar AS, sedangkan ekspor ke Tiongkok Rp14-15 miliar dolar AS.

"Nantinya ekspor dan impor juga bisa menggunakan mata uang yuan dan rupiah semakin dapat diwujudkan. Untuk Indonesia tentu lebih baik," ujarnya.

Internasionalisasi yuan, lanjutnya juga akan mendorong kinerja eskpor dari Indonesia karena akan meningkatnya permintaan dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Selama ini impor barang modal sebesar 13,16 persen, konsumsi 10,73 persen, dan bahan baku 76,11 persen. Karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim gencar memperkuat sektor industri, terutama untuk membawa bahan baku dari provinsi lain sebagai subtitusi bahan baku dan penolong.

"Selain memperbaiki kinerja perdagangan, peningkatan penggunaan yuan dalam transaksi finansial Indonesia juga akan mengurangi kerentanan gejolak yang ditimbulkan oleh menguatnya dolar AS," jelasnya.

Dengan ketentuan Dewan eksekutif IMF yang menyetujui mata uang Tiongkok, yuan atau renminbi (RMB, tambahnya yang masuk ke dalam keranjang Special Drawing Rights (SDR) sebagai mata uang cadangan internasional, maka semuanya akan berubah.

"Semuanya akan berubah, kebiasaan pengusaha juga akan beralih. Selama ini dalam bertransaksi, pengusaha Indonesia dan Tiongkok belum menggunakan yuan, namun mitra dagang dari Tiongkok, lebih memilih menggunakan dolar AS," terangnya.

Menurut dia, dengan masuknya yuan ke dalam jajaran mata uang global, negara-negara di dunia memiliki banyak pilihan mata uang yang bisa digunakan untuk bertransaksi ataupun investasi.

"Secara umum, kita sambut baik masuknya yuan ke dalam SDR, apalagi selama ini kita juga sudah memasukkan yuan ke dalam cadangan devisa," tuturnya.

Namun, Indonesia juga perlu mempertimbangkan bagaimana kebijakan Tiongkok terhadap nilai mata uangnya di waktu yang akan datang.

"Selain itu yang harus difikirkan juga adalah dampak dari kondisi fundamental ekonomi dan pasar finansial Tiongkok juga harus menjadi tinjauan dalam internasionalisasi yuan," tandasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Iran Minta Negara Lewat Selat Hormuz Bayar Pakai Mata Uang China

Iran Minta Negara Lewat Selat Hormuz Bayar Pakai Mata Uang China

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:18 WIB

Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka

Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 13:50 WIB

Drama China Our Secret: Dari Bangku Sekolah hingga Kehidupan Dewasa

Drama China Our Secret: Dari Bangku Sekolah hingga Kehidupan Dewasa

Your Say | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:10 WIB

Sinopsis Burning as Her, Drama China Terbaru Gao Ye dan Hou Wen Yuan

Sinopsis Burning as Her, Drama China Terbaru Gao Ye dan Hou Wen Yuan

Your Say | Jum'at, 28 November 2025 | 14:20 WIB

4 Fakta Dim Sum Bonds (SUN Yuan) Indonesia Senilai Rp13,2 Triliun

4 Fakta Dim Sum Bonds (SUN Yuan) Indonesia Senilai Rp13,2 Triliun

Bisnis | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 09:04 WIB

Dolar AS Dicueki! Transaksi Rupiah RI -Yuan China Tembus Rp 35 T, Bisa Pakai QRIS

Dolar AS Dicueki! Transaksi Rupiah RI -Yuan China Tembus Rp 35 T, Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 11 September 2025 | 15:24 WIB

Sinopsis The Emperors Love, Drama China Terbaru Wallace Chung dan Yuan Bingyan

Sinopsis The Emperors Love, Drama China Terbaru Wallace Chung dan Yuan Bingyan

Your Say | Minggu, 03 Agustus 2025 | 19:19 WIB

Sinopsis Light the Dark, Drama China Dibintangi Jiang Xin dan Chen Zhe Yuan

Sinopsis Light the Dark, Drama China Dibintangi Jiang Xin dan Chen Zhe Yuan

Your Say | Selasa, 22 Juli 2025 | 11:11 WIB

Sinopsis 2099, Drama China yang Dibintangi Li Xi Rui dan Sun Ze Yuan

Sinopsis 2099, Drama China yang Dibintangi Li Xi Rui dan Sun Ze Yuan

Your Say | Rabu, 14 Mei 2025 | 11:14 WIB

Terkini

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB