BEI: Penurunan Harga BBM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2016

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 05 Januari 2016 | 22:24 WIB
BEI: Penurunan Harga BBM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2016
Bursa Efek Indonesia [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com -  Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai positif penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2016.

"Setiap penurunan BBM sebesar Rp100 saja daya beli masyarakat dapat meningkat sekitar Rp4-Rp4,3 triliun, nah bayangkan penurunannya di atas level itu, maka daya beli masyarakat lebih tinggi, kalau daya beli masyarakat naik maka dampaknya akan positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral per 5 Januari 2016 mulai pukul 00.00 WIB menyatakan harga premium non-Jawa-Madura Bali turun dari Rp7.300 menjadi Rp6.950 per liter, premium di Jawa-Madura-Bali turun dari Rp7.400 menjadi Rp7.050 per liter. Sementara harga solar subsidi turun Rp750 menjadi Rp5.650 dari sebelumnya Rp6.700 per liter.

Menurut Tito Sulistio, tumbuhnya perekonomian domestik secara otomatis juga akan mendongkrak kinerja perusahaan tercatat atau emiten di BEI yang akhirnya akan menarik minat pelaku pasar saham untuk melakukan aksi beli efek, dengan begitu potensi indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak lebih tinggi cukup terbuka.

"Daya beli masyarakat yang naik akan menggerakan perekonomian, efek positifnya ke kinerja keuangan emiten karena dapat meningkatkan penjualannya, investor akan melihat positif," katanya.

Di sisi lain, lanjut Tito Sulistio, diharapkan ada tambahan kebijakan dari Bank Indonesia dengan menurunkan suku bunga acuan (BI rate). Secara teoritis, penurunan suku bunga akan berdampak positif terhadap produk investasi di pasar modal.

"Saya mengharapkan jarak inflasi dengan BI rate tidak terlalu lebar yakni sekitar 2 persen, saat ini dengan laju inflasi tahunan 2015 sebesar 3,35 persen, maka jaraknya cukup lebar," katanya.

Kendati demikian, Tito Sulistio mengatakan bahwa kebijakan putusan suku bunga acuan BI merupakan sepenuhnya independensi Bank Indonesia, pihak lain dilarang ikut campur terhadap pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy menambahkan bahwa realisasi inflasi 2015 yang lebih rendah dari pada target serta prospek inflasi dan nilai tukar rupiah yang lebih terukur menyediakan ruang lebih besar bagi Bank Indonesia untuk memangkas BI rate pada kuartal I 2016.

"Sedianya, Bank Indonesia akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 13-14 Januari 2016. Kami memprediksi akan terjadi dua kali pemangkasan BI rate pada pada kuartal I ini dan tidak berubah hingga akhir 2016 karena laju inflasi akan sejalan dengan kisaran target Bank Indonesia, yakni sebesar 4 plus minus 1 persen," katanya.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI