Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:19 WIB
IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
  • IHSG melemah 0,81 persen ke level 6.045 pada perdagangan pagi hari Jumat, 22 Mei 2026 di Bursa Efek Indonesia.
  • Sebanyak 445 saham mengalami penurunan nilai akibat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas makroekonomi serta risiko neraca pembayaran Indonesia.
  • BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG tetap dalam tren bearish dengan level support terdekat berada pada area psikologis 6.000.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tak berdaya pada awal perdagangan, Jumay, 22 Mei 2026. IHSG dibuka memerah 6.065.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih jatuh ke jurang 0,81 persen ke level 6.045.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,38 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,67 triliun, serta frekuensi sebanyak 177.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 132 saham bergerak naik, sedangkan 445 saham mengalami penurunan, dan 382 saham tidak mengalami pergerakan.

Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, TMPO, CITY, ESIP, PPGL, PKPK.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, RONY, LCKM, SOTS, IRSX, RALS.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari ini setelah sehari sebelumnya anjlok hingga mendekati level psikologis 6.000.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir ditutup melemah 3,54 persen ke level 6.094 dengan aksi jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 508 miliar di pasar reguler.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah penguatan mayoritas bursa regional Asia serta penurunan harga minyak dunia. Sentimen global cenderung positif setelah muncul perkembangan terkait pembahasan proposal damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun, pasar domestik justru dibayangi kekhawatiran terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. Hal itu dipicu oleh pernyataan S&P Global Ratings yang menilai wacana pengendalian ekspor berpotensi menekan kinerja ekspor nasional, penerimaan pemerintah, hingga meningkatkan risiko terhadap neraca pembayaran Indonesia.

"Pasar juga merespons pernyataan S&P Global Ratings yang menilai wacana pengendalian ekspor berpotensi menekan kinerja ekspor, penerimaan pemerintah, serta meningkatkan risiko terhadap neraca pembayaran Indonesia," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren bearish. Level support terdekat diperkirakan berada di area 6.000, sementara support lanjutan di level 5.900. Adapun area resistance berada di kisaran 6.400.

Pelaku pasar juga disebut akan mencermati sejumlah data ekonomi penting, mulai dari Current Account Balance hingga pertumbuhan jumlah uang beredar atau M2 Money Supply yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar berikutnya.

Sementara itu, dari pasar global, indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,55 persen ke level 50.285,66. Kemudian S&P 500 menguat 0,17 persen menjadi 7.445,72 dan Nasdaq Composite bertambah 0,087 persen ke posisi 26.293,10.

Untuk rekomendasi saham, BRI Danareksa Sekuritas menjagokan saham CPIN dan AMRT sebagai pilihan menarik untuk dicermati investor.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB

Terkini

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:44 WIB

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:19 WIB

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB