Pembangunan Kereta Api di Papua Pangkas Harga Barang 50 Persen

Adhitya Himawan

Selasa, 05 Januari 2016 | 21:23 WIB
Pembangunan Kereta Api di Papua Pangkas Harga Barang 50 Persen
Sejumlah pekerja bekerja sama melakukan perawatan rel kereta api di kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Prihartono menyebutkan, jalur kereta dan jalan darat Trans Papua dapat memangkas harga barang di wilayah timur Indonesia tersebut minimal 50 persen.

Bambang, di Jakarta, Selasa (5/1/2016), menuturkan, secara nasional, rencana pembangunan transportasi darat (kereta dan jalan) akan mengurangi biaya logistik sebesar tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sementara transportasi laut akan memangkas biaya logistik sebesar empat persen dari PDB.

Papua merupakan salah satu wilayah dengan kontribusi biaya logistik tertinggi, yang sebagian besar disebabkan buruknya infrastruktur transportasi darat.

 Dengan dibangunnya dua infrastruktur transportasi yakni kereta dan jalan, Bappenas memperkirakan, andil terhadap penurunan harga barang mencapai minimal 50 persen.

"Papua ini tertinggi biaya logistik. Dari perhitungan makro tersebut, kami perkirakan di Papua, harga semen yang sebesar Rp1 juta akan menjadi Rp500 ribu," katanya.

Bambang mengatakan saat ini Kementerian Perhubungan masih berupaya menyelesaikan studi kelayakan kereta Papua. Dari studi kelayakan tersebut akan dihasilkan rencana induk (master plan) transportasi kereta Papua.

Dalam proses studi kelayakan yang sedang berjalan, ujar Bambang, Kemenhub sudah menetapkan rute pertama adalah Sorong-Manokwari.

"Untuk rute selanjutnya, kita masih tunggu studi Kemenhub selesai. Termasuk biaya investasinya," ujarnya.

Bambang mengatakan, rute Sorong-Manokwari dipilih, salah satu alasannya karena permintaan (demand) dan kemampuan untuk transportasi kereta di dua kota tersebut cukup tinggi. Rute selanjutanya, akan ditentukan juga berdasarkan kriteria tersebut.

Adapun Kemenhub, kata Bambang, juga mempertimbangkan tata ruang pembangunan rel kereta tersebut agar tidak bersinggungan dengan kawasan hutan lindung di Papua.

Menurut Bambang, studi kelayakan kereta Papua tersebut memang membutuhkan waktu cukup lama karena mencegah persinggungan dengan kawasan hutan lindung, dan karena kendala kontur tanah Papua yang didominasi pegunungan.

"Jadi memang tidak mudah, karena aspek teknis banyak harus dibenahi," ujarnya.

Kereta tersebut nantianya akan difungsikan sebagai kereta penumpang dan kereta barang.

Selain pembangunan kereta, perhitungan penurunan harga barang sebesar 50 persen tersebut juga memperhitungkan manfaat dari pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.300 kilometer yang ditargetkan rampung pada 2018.

"Selain itu kontribusi pembangunan infrastruktur dasar, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur Publik dapat menambah pengurangan harga barang di Papua," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan menargetkan membangun 6.406 kilometer jalur kereta api di lima pulau di Indonesia dalam jangka waktu lima tahun ke depan. 

Pembangunan jalur kereta api tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 113,72 triliun yang sebagian berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Imran Rasyid, pemerintah membutuhkan anggaran sebesar Rp 8,12 triliun untuk membangun jalur ganda lintas selatan Jawa dan Rp 41,12 triliun untuk lintas Sumatra.

Sedangkan untuk pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi jalur sepanjang 1.722 kilometer yang melintasi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo, pemerintah memerlukan anggaran sebesar Rp 31,25 triliun.

Adapun pembangunan jalur kereta api sepanjang 2.428 kilometer di Kalimantan membutuhkan anggaran masing-masing Rp 22,90 triliun. Sementara di Papua memerlukan anggaran senilai Rp 10,33 triliun untuk membangun jalur sepanjang 390 kilometer. 

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

KAI Masuk 10 Besar CX100 Danantara 2026

KAI Masuk 10 Besar CX100 Danantara 2026

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Jumlah Penumpang KRL Terus Naik, Produsen Whoosh Pasok 132 Unit KRL Baru

Jumlah Penumpang KRL Terus Naik, Produsen Whoosh Pasok 132 Unit KRL Baru

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:55 WIB

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

InJourney Sambut Launching Buku MotoGP Mandalika: Sport Tourism Gerakkan Ekonomi & Destinasi

InJourney Sambut Launching Buku MotoGP Mandalika: Sport Tourism Gerakkan Ekonomi & Destinasi

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Polisi Tetapkan Masinis Argo Bromo Anggrek sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan Masinis Argo Bromo Anggrek sebagai Tersangka

Video | Rabu, 30 September 2026 | 19:15 WIB

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:41 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

Masinis Jadi Tersangka, Fakta Fatal di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Rem Baru Ditekan Jarak 263 Meter

Masinis Jadi Tersangka, Fakta Fatal di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Rem Baru Ditekan Jarak 263 Meter

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:26 WIB

Sungai Tercemar, Mangrove Rusak: Bappenas Dorong Pengelolaan Ekosistem yang Tak Terpisah

Sungai Tercemar, Mangrove Rusak: Bappenas Dorong Pengelolaan Ekosistem yang Tak Terpisah

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:20 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×