Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Harga Minyak Turun di Bawah 30 Barrel Perdolar AS

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 13 Januari 2016 | 05:44 WIB
Harga Minyak Turun di Bawah 30 Barrel Perdolar AS
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak mentah Amerika Serikat turun di bawah 30 dolar AS per barel, Rabu (13/1/2016). Ini pertama kalinya dalam 12 tahun.

Salah satu penyebabnya, anggota OPEC Nigeria menyerukan pertemuan darurat untuk mengatasi kejatuhan harga. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari jatuh ke 29,93 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, tingkat yang terakhir terlihat pada Desember 2003.

Sementara harga WTI mundur sedikit pada akhir perdagangan menjadi ditutup 97 sen lebih rendah pada 30,44 dolar AS per barel. Di London harga juga jatuh, dengan patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari berakhir turun 69 sen menjadi 30,86 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak berlanjut, dengan beberapa analis sekarang memperkirakan harga 20 dolar AS sudah dekat, mendorong gejolak lebih besar di para eksportir, banyak yang merasakan penurunan mendalam pada pendapatan mereka akibat kejatuhan pasar.

Menteri sumber daya minyak Nigeria, Emmanuel Ibe Kachikwu, menyatakan bahwa ia mengharapkan pertemuan luar biasa dari kartel minyak OPEC di "awal Maret" untuk mendiskusikan harga minyak mentah yang sedang menuki.

"Kami mengatakan bahwa jika harga menyentuh 35 dolar AS (per barel), kami akan mulai melihat ... sebuah pertemuan luar biasa," Kachikwu mengatakan pada sebuah forum energi di Uni Emirat Arab.

Nigeria, produsen minyak terpenting dan ekonomi terbesar Afrika, telah dirusak oleh runtuhnya harga minyak mentah karena menyumbang 90 persen dari pendapatan ekspor negara dan 70 persen dari pendapatan pemerintah secara keseluruhan.

Namun, dengan Arab Saudi dan sekutunya di Teluk seperti Uni Emirat Arab mempertahankan penurunan harga untuk menekan pesaing mereka -- terutama di Amerika Serikat -- keluar dari pasar, masih ada keraguan tentang apakah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bisa bertindak.

"Desakan Nigeria untuk pertemuan OPEC lebih awal akan menjadi faktor konstruktif jika itu adalah untuk menyebabkan pertemuan aktual dan pergeseran dalam kebijakan," kata Tim Evans di Citi Futures.

"Tapi itu jauh dari jelas bahwa Arab Saudi dan sekutu terdekatnya seperti UAE terbuka untuk berbicara tentang hal itu." Andy Lipow dari Lipow Oil Associates mengatakan bahwa wakil UAE di konferensi minyak dengan cepat telah menolak gagasan pertemuan OPEC.

"Akibatnya pasar terus mencari sesuatu untuk mendukung harga. Tetapi sebenarnya tidak ada di luar sana pada saat ini," lanjut Andy. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dalih Menkeu Soal PNBP 2015 Gagal Capai Target

Ini Dalih Menkeu Soal PNBP 2015 Gagal Capai Target

Bisnis | Selasa, 12 Januari 2016 | 13:26 WIB

Pertamina Kembali Turunkan Harga Avtur

Pertamina Kembali Turunkan Harga Avtur

Bisnis | Senin, 11 Januari 2016 | 20:46 WIB

Harga Minyak Dunia Merosot ke Titik Terendah dalam 12 Tahun

Harga Minyak Dunia Merosot ke Titik Terendah dalam 12 Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Januari 2016 | 07:55 WIB

Harga Minyak Dunia Merosot 6 Persen Pagi Ini

Harga Minyak Dunia Merosot 6 Persen Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 07 Januari 2016 | 05:58 WIB

Dibayangi Konflik Arab Saudi vs Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Dibayangi Konflik Arab Saudi vs Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2016 | 05:42 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok, Investasi Sektor Hulu Migas Jadi Lesu

Harga Minyak Dunia Anjlok, Investasi Sektor Hulu Migas Jadi Lesu

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2016 | 00:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Akibat Ketegangan Arab Saudi vs Iran

Harga Minyak Dunia Turun Akibat Ketegangan Arab Saudi vs Iran

Bisnis | Selasa, 05 Januari 2016 | 06:00 WIB

Kurangi Subsidi, Arab Saudi Naikkan Harga Bensin 50 Persen Lebih

Kurangi Subsidi, Arab Saudi Naikkan Harga Bensin 50 Persen Lebih

Bisnis | Selasa, 29 Desember 2015 | 10:07 WIB

Harga Minyak Dunia Pagi Ini Naik

Harga Minyak Dunia Pagi Ini Naik

Bisnis | Jum'at, 25 Desember 2015 | 07:10 WIB

Pagi Ini Harga Minyak Dunia Menguat

Pagi Ini Harga Minyak Dunia Menguat

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2015 | 07:24 WIB

Terkini

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

×