Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Rumah di Yogya Naik Tipis, 15 Persen

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 13 Februari 2016 | 22:04 WIB
Harga Rumah di Yogya Naik Tipis, 15 Persen
Salah satu rumah sederhana di komplek perumahan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Kenaikan harga rumah di Yogyakarta untuk seluruh tipe pada 2016 rata-rata 10-15 persen seiring dengan kenaikan harga tanah. Ini berdasarkan catatan Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Meski ada yang mengatakan di atas 30 persen, tapi jika mengacu rata-rata kenaikan harga rumah di DIY untuk tahun ini mendekati batas bawah 10-15 persen," kata Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Nur Andi Wijayanto di Yogyakarta, Sabtu (13/2/2016).

Untuk 2016, REI DIY menargetkan dapat menjual sebanyak 2.200 unit atau tumbuh 10 persen dari 2015 yang sebelumnya mencapai 1.950 unit.

Hal itu disesuaikan dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 mencapai 5,3 persen dan inflasi 4,7 persen. Sementara sektor properti diperkirakan masih akan berkontribusi 6-7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia mengatakan untuk tahun 2016, rata-rata para pengusaha properti anggota REI di DIY, 70 persen di antaranya akan memasang harga Rp300 juta-Rp500 juta per unit, sedangkan sisanya menjual dengan harga di atas Rp500 juta per unit.

"Komposisi harga kami seperti itu karena daya beli masyarakat terbesar memang pada harga Rp300 juta-Rp500 juta per unit," kata dia.

Menurut dia, penyesuaian harga tersebut akan dimulai pada triwulan pertama 2016. Selain dipengaruhi harga tanah di DIY yang terus mengalami lonjakan, kenaikan harga rumah pada tahun ini juga mempertimbangkan pelambatan ekonomi global yang diwarnai penurunan harga sektor pertambangan.

"Harga tanah sangat berpengaruh karena menentukan 50 persen dari harga jual rumah. Kalau untuk harga material tidak terlalu berpengaruh karena justru ada beberapa yang mengalami tren penurunan seperti semen," kata dia.

Meski demikian, ia tetap optimistis dengan penyesuaian harga tersebut, 2.200 unit rumah yang dibangun tahun ini seluruhnya terjual dengan membidik konsumen properti yang bekerja di sektor minyak dan gas (migas) yang jumlahnya cukup banyak di DIY.

"Mereka adalah salah satu segmen properti yang menyumbang pembelian cukup dominan atas produk-produk properti di DIY," kata Andi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membaiknya Suku Bunga Akan Dorong Penjualan Rumah 2016

Membaiknya Suku Bunga Akan Dorong Penjualan Rumah 2016

Bisnis | Sabtu, 13 Februari 2016 | 20:55 WIB

Program Sejuta Rumah Dinilai Terhambat Otonomi Daerah

Program Sejuta Rumah Dinilai Terhambat Otonomi Daerah

Bisnis | Sabtu, 13 Februari 2016 | 20:27 WIB

Pengamat: Bunga KPR Indonesia Termasuk Tertinggi di Dunia

Pengamat: Bunga KPR Indonesia Termasuk Tertinggi di Dunia

Bisnis | Sabtu, 13 Februari 2016 | 18:30 WIB

REI Terapkan Aplikasi Teknologi Dalam Pembangunan Rumah Subsidi

REI Terapkan Aplikasi Teknologi Dalam Pembangunan Rumah Subsidi

Bisnis | Sabtu, 13 Februari 2016 | 16:26 WIB

REI Optimis Bisa Jual 10 Ribu Rumah di Jawa Tengah

REI Optimis Bisa Jual 10 Ribu Rumah di Jawa Tengah

Bisnis | Sabtu, 13 Februari 2016 | 16:22 WIB

Pemerintah akan Terbitkan PP Hunian Berimbang

Pemerintah akan Terbitkan PP Hunian Berimbang

Bisnis | Sabtu, 13 Februari 2016 | 16:16 WIB

Musdalifah Paksa PRT Makan Kotoran Kucing

Musdalifah Paksa PRT Makan Kotoran Kucing

News | Jum'at, 12 Februari 2016 | 14:30 WIB

Tahun Ini Ada Kenaikan Permintaan Perumahan Murah

Tahun Ini Ada Kenaikan Permintaan Perumahan Murah

Bisnis | Kamis, 11 Februari 2016 | 22:40 WIB

Besaran Simpanan Tapera Diusulkan Diatur Dalam PP

Besaran Simpanan Tapera Diusulkan Diatur Dalam PP

Bisnis | Kamis, 11 Februari 2016 | 20:26 WIB

Skema Tabungan Perumahan Rakyat Masih Bisa Dirubah

Skema Tabungan Perumahan Rakyat Masih Bisa Dirubah

Bisnis | Kamis, 11 Februari 2016 | 20:16 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB