Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

ESDM: Penetapan Harga BBM Dilakukan per Tiga Bulan

Ardi Mandiri | Suara.com

Selasa, 23 Februari 2016 | 05:55 WIB
ESDM: Penetapan Harga BBM Dilakukan per Tiga Bulan
Harga BBM

Suara.com - Kementerian ESDM menegaskan penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar bersubsidi dilakukan per tiga bulan.

"Harga BBM ini sudah ditetapkan pemerintah bahwa dievaluasi periodenya. Bukan per hari dan bukan harga pasar," tegas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja di Jakarta, Senin.

Dengan penegasan tersebut, Wiratmaja meminta pemahaman masyarakat lantaran mempertanyakan perkembangan harga minyak dunia yang tidak memengaruhi harga BBM di Tanah Air.

Menurut dia, meski menetapkan harga BBM per tiga bulan, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dunia.

Pasalnya, penentuan harga minyak dunia tiga bulan terakhir akan memengaruhi pergerakan harga BBM pada tiga bulan selanjutnya.

"Jadi apa yang dijual Januari- Maret 2016 itu adalah harga rata-rata Oktober - Desember 2015. Kalau harga BBM turun, itu karena nilai rata-rata tiga bulan sebelumnya. Sebaliknya, kalau minyak dunia (sekarang) naik, mulai April nanti kita akan jual rata-rata harga tiga bulan dari sekarang," jelasnya.

Wiratmaja menekankan, tidak seperti Malaysia dan Singapura yang saat ini mengalami penurunan harga BBM, Indonesia melihat rata-rata harga minyak per tiga bulan.

"Kalau dihitung per hari, memang lebih murah dari yang kita jual," ujarnya.

Ia menjelaskan penetapan harga BBM per tiga bulan dilakukan untuk memberikan kepastian dan kestabilan sisi harga bagi dunia usaha.

Kendati demikian, skema penetapan harga tersebut juga memiliki risiko terutama bagi Pertamina yang mendapatkan penugasan distribusi BBM.

"Pada saat harga minyak tinggi, Pertamina yang menanggung. Namun, jika harga minyak dunia turun, Pertamina mendapat kelebihan. Karena ini merupakan penugasan, maka kalau ada kelebihan akan dipakai untuk tahun depan. Kalau kurang, ditambah oleh negara," tukasnya.

Lebih lanjut, Wiratmaja mengatakan pemerintah akan kembali melakukan penyesuaian harga BBM pada April mendatang.

Akan tetapi, ia mengaku belum bisa memperkirakan perubahan harga BBM tersebut.

"Kalau sekarang, belum kelihatan karena baru satu setengah bulan atau 50 persen berjalan. Nanti 15 Maret baru bisa diperkirakan besarannya," pungkas Wiratmaja. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penghematan Impor Solar Tahun Ini Ditargetkan Rp27 Triliun

Penghematan Impor Solar Tahun Ini Ditargetkan Rp27 Triliun

Bisnis | Jum'at, 12 Februari 2016 | 14:28 WIB

Berkat ISC, Pertamina Bisa Berhemat 208,1 Juta Dolar AS

Berkat ISC, Pertamina Bisa Berhemat 208,1 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 08 Februari 2016 | 18:23 WIB

Terkini

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB